Akankah Bertemu


     Pagi ini memang terasa hampa saat mata terbuka hanya ada sinar dibalik jendela yang mulai menyinari seluruh ruangan ini, tentu ini sudah pukul setengah 8 pagi yang mengantarkanku untuk mengisi perutku yang kosong. Hari ini adalah hari kamis dan aku sekolah tepat tengah siang hari yang biasanya aku gunakan untuk tidur siang.

 Ya benar hari ini memang sangat-sangat hampa dan aku masih mengunci diriku dikamar setelah aku sarapan memandangi layar notebookku pagi ini yang mungkin akan menjadi hari yang paling membosankan mengapa ? ada satu alasan yang mendasari itu tentang sebuah perasaan yang mendalam tepat didalam hati pada seseorang yang tidak aku kenal namun aku sering melihatnya. 

Dan siang harinya memang sedkit mendung, mendukung hatiku yang sedang bingung  huftt…  rintik-rintik kecil ini adalah keraguaku yang mulai jatuh dan membasahi hati dan benar  hujan datang hanya untuk membasahi , dan aku ? benar keraguan datang hanya sekedar membasahi hati dan meyakinkan bahwa aku tak akan bertemunya hari ini.

 Aku melihat jam terus berputar di kantin membiarkan semuanya berlalu begitu saja tapi, pandanganku tak lepas dari lapangan biasa ia melewati rute itu namun yang aku lihat hanya orang lain yang terus berjalan-jalan melewati  apa yang kamu lewati, sekarang semuanya terasa dingin selekas hujan kecil datang begitupun hatiku mulai ada sedikit langkah mundur untuk menghindari air mata yang nantinya akan membasahiku jika aku terus melangkah kedepan tanpa berfikir aka nada resikonya.

   Siang ini terasa sangat cepat sekaligus sangat lambat, seakan aku berada diantara kedua waktu itu. Mungkin aku lelah dengan perasaan ini tapi apa boleh buat lagi pula aku tak bisa berbuat apapun untuk memperbaikinya jika semuanya diawali dengan keraguan, tadinya aku berfikir ini adalah hari terakhir sekaligus hari di mana penentuan. “Jika aku tak bertemu denganmu hari ini, aku berjanji aku tak boleh menyimpan perasaan apapun  padamu”. Itu yang bisa aku katakan, tapi janji dibuat untuk dilanggar, aku tak bisa tepati janjiku pada hatiku semuanya menerobos hingga aku memberikan 3 hari terakhir untuk penentuan lagi. 

Dan aku sungguh kecewa kenapa aku tidak bertemunya hari ini padahal aku satu sekolahan dengannya, apa ? tapi kenapa harus ada pertemuan bila harus ada perpisahan ? aku memang tau itu tapi… itu memang takdir semuanya juga ada awal dan ada juga akhirnya. Mungkin benar aku hanya boleh mencintai tidak untuk dicintai, mungkin itu yang terbaik sekarang ataupun yang seterusnya. Cinta hanya akan berpihak pada kita sesuai dengan isi hati kita, jika tidak mungkin bukan saatnya untuk itu.
   3 hari mungkin waktu yang cukup untuk menyelesaikan persoalan ini, cinta yang sulit dimengerti oleh aku sendiri, 3 hari…? Apakah aku akan bertemu dengannya  ? jika tidak? Yaa aku akan berusaha untuk melupakan rasa ini walau sebenarnya sulit, tapi jika bertemu ? entahlah aku masih ragu apaka aku akan bertemu denganmu atau tidak di hari pertama, kedua atau ketiga aku masih belum yakin namun apa bila bertemu aku belum mencari kejelasannya, tetap bertahan atau biarkan semuanya mengalir. 

Tuhan bombing aku agar aku tidak terjatuh. Mungkinkah ini cinta ? mungkinkah ini perasaan rindu yang mendalam? Apakah itu penting ? bahkan aku mencintaimu sebelum aku tahu namamu dan aku menyayangimu setelah aku tau semua tentangmu, tapi belum sepenuhnya mengetahuimu aku hanya tahu yang sebatas umum. Aku ingat setiap aku melihatmu aku tahu hati ini terguncang kaki ku pun ikut gemetar, pernah aku melihatmu dengan tatapan yang istimewa dank au hanya sekedar melikirk. 

Tapi aku anggap tatapanmu juga istimewa, apa aku salah tangkap ? andai aku tau apa isi hati kamu, pikiran kamu mungkin itu jawaban yang benar , misalkan itu bukan untukku aku akan segera pergi apapun yang terjadi aku akan lari dari semua perasaan ini dari pada harus aku melayang tanpa arah dan tujuan itu menyakitkan untukku.

Hai kau laki-laki yang membuatku melayang
Jika aku kertas lemparlah aku sekuat tenaga
Melayang…
Dan jatuh perlahan
Kau membuatku seperti orang yang sakit
Sakit saat melihatmu…
Sakit saat tak melihatmu…
Aku tau kau tak disini
Tapi…
Bayanganmu dimana-mana
Bahkan didalam sel tubuhku
Kau yang seperti matahari yang menyinari hati yang gelap
Namun…
Hanya terlihat saat aku tak berfikir akan melihatmu
Kegelapan saat tak melihatmu
Sinar yang hanya menyinari kurang dari 5 menit
Tapi…
Cinta ini mengapa begitu kuat
Padahal aku baru melihatmu 6 kali dalam kurung waktu 2 bulan
Apa perasaan ini sementara ??
Aku sudah bertanya pada hatiku
Namun ia menjawab
“INI CINTA!!”
Walaupun sebenarnya aku tak yakin ini cinta


    Malamnya aku masih terfikir 3 hari penantian yang terakhir bertambah keraguan yang makin melekat erat menyadari inilah akhir dari semua perasaan sakit ini. 3 hari akankah bertemu ????

 

Komentar