MENOLAK CINTA DATANG


     Ya malam ini malam yang sungguh aneh bagiku semuanya terasa sangat aneh berbeda dengan malam yang sebelumnya, tentu ini malam yang seharusnya aku belajar untuk UTS tapi aku ? aku mengabaikan buku-buku pelajaran itu mencoba merileks kan semua pikiranku yang tak karuan ini. Handphoneku bergetar diatas kasur tempatku berbaring membuat tubuhku terbangun dan menge cek getaran itu, ternyata seseorang yang biasa sms ku setiap hari. Akhir –akhir ini memang terjadi problem antara aku dengannya  dengan orang yang tak bisa aku sebutkan namanya disini karna jika seseorang itu membaca tulisanku ini ia akan tahu siapa yang aku cantumkan dalam tulisan ini. Ya tentu problem yang menyangkut masalah hati dan pikiran, ia adalah mantan pacarku sewatu SMP orang yang pernah masuk dalam kehidupanku, mengisi hariku, dan pernah masuk kedalam hatiku ini ia baru saja putus dengan pacarnya satu hari yang lalu, namun hari ini ia kembali katakan kata-kata yang tak dapat aku mengerti. Aku membuka smsnya.

“Rina, gue ada perasaan lagi sama lo semenjak gue pertama kali main lagi sama lo”.
“Kok bisa ?”
“Ya karna emang gue gak bisa moveon sama lo”
“Move on ?”
“Ia, 8 bulan gak bis move on sama lo”
“Terus mantan-mantan lo yang kemarin-kemarin?”
“Ya itu gue coba moveon sama lo, tapi gak bisa-bisa. Lo mau kan terima gue lagi jadi pacar lo ?”
“Bukannya gue gak mau nerima lo, tapi gue gak mau pacaran dulu!”
“Yaudah gue bakal terus nungguin lo”
“Yaudah itu terserah lo”
“Tapi sampe kapan rin gue nunggu lo, sampai uts ?”
“Gue gak tau, gue gak bisa nerima lo dan gue gak tau kapan gue bisa nerima lo”
“Gue janji rin gak bakal ngecewain lo”
“Tapi emang gak bisa”

    Mungkin aku yang salah kenapa aku gak bisa nerima dia dengan alasan yang tidak masuk akal, aku bosen dengan dia aku ingin orang yang baru tapi sikapnya sama dengan dia, tapi gak mungkin banget aku dapetin orang yang berbeda dengan sifat yang sama. Kadang memang iri kenapa orang yang biasa-biasa saja bisa mendapatkan cowo yang bisa dibilang idaman, ganteng, baik, romantic, dan perhatian apa yang cewe itu lakukan ?.  Namun aku gak boleh mengingkari janjiku dengan hatiku  aku gak boleh pacaran harus focus dan focus ama pelajaran tapi terkadang rasa ingin pacaran muncul disaat bayangan cita-cita tergambarkan, ini keputusanku aku gak boleh labil dalam mengambil keputusan . Aku katakan aku tak memiliki perasaan padanya, aku katakan aku hanya menganggapnya teman, tapi entah mengapa aku selalu menunggu sms darinya. Aneh…..
   Ini siang yang sangat panas dan aku harus berjalan menyusuri jalan untuk menuju sekolah, keringat memang bercucuran tapi inilah semangatku. Tempat aku berharap impianku jadi kenyataan dan tempat aku berharap impianku jadi kenyataan. Ini percakapanku dengan temanku.
“Udahlah jangan nangisin orang yang gak nangisin lo”
“Ia rin, tapi dianya jahat banget. Baca deh smsnya”

Saat setelah aku membaca smsnya handphoneku bergetar menyuruhku untuk segera melihatnya.
“Ia rin dia adek gue, ia tadi gue abis ngenterin dia berangkat sekolah makannya gue lama beles sms lu.”

   Sesuatu perasaan masuk kedalam hatiku perasaan yang tak dapat aku artikan dengan jelas, mengapa perasaan ini harus ada kenapa aku sedikit marah, apa aku cemburu ? omg… kenapa ?.  Tuhan berikan aku  jawaban atau penjelasan dari rasa ini kenapa ini terjadi ? apa benar aku masih suka padanya ? apa aku masih merindukan perhatiannya ? bodohnya aku. Dan hari berjalan semakin cepat matahari mulai lelah untuk bersinar dan akan tergantikan oleh bulan, saat perjalanan pulang handphoneku bergetar.
“Pulang sama siapa ? naik mobil ? adik gue pulang sama siapa ?”
  Perasaan yang hanya hilang sementara dan kini hadir lagi, apa dia suka dengan temanku ? ahh… aku sudah berkata aku hanya menganggapnya teman  tapi kenapa perasaan ini harus ada seakan bila itu terjadi aku akan sangat terluka tapi aku gak boleh memperlihatkan kelemahanku kepada siapa pun itu aku harus kuat didepan orang.
“Gak usah nanya deh, kayak gue gak pernah bilang aja”
Entah mengapa kata itu yang aku kirim padanya, apa benar aku sudah terpancing untuk cemburu? Bodohnya aku aku gak boleh begini aku harus selayaknya teman padanya.

Andai saja aku orang dewasa yang bebas pergi untuk melupakan masalah ini semua agar aku tak tau akhir dari masalah ini bila itu benar terjadi, mungkin aku tidak akan begitu merasakan sakit. Aku akan lupakan apa yang saat ini aku rasakan padanya, tapi aku hanya wanita biasa yang tidak mungkin mendapatkan cowo idaman. Dan buat kamu maaf jika aku menolakmu aku memang munafik karna aku bosan padamu sekali lagi maaf karna aku telah menolakmu. Ya aku tau apa yang kamu rasakan dan aku tau apa yang akan terjadi nanti kau akan menjauhi ku dan pergi untuk selama-lamanya, dan  karna ini pilihanku aku harus kuat bila rasa sakit akan datang padaku karna menyia-nyiakan orang yang menyanyangiku itulah aku selalu memilih jalan aku yang akan tersakiti dan orang lain pun tersakiti, dan jika kamu membaca tulisanku ini aku berharap kamu ngerti alasan kenapa aku nolak kamu.

Komentar