Untuk Manusia Sederhana Ku


    Saat pertama kali kita ketemu kita gak pernah untuk mencoba saling sapa bahkan gak pernah mau natap mata masing-masing padahal kita satu barisan, dan entah karena hal apa semua itu menjadi sebuah awal dari cerita kita yang pertamanya enggan buat ngomong sekarang sedikit lebih terbuka. Dimana kita mulai bagi cerita yang kita punya, cerita senang, lucu, sedih, seram kita bagi sama-sama, dan kita udah berani natap mata masing-masing tanpa enggan. Aku gak nyangka bakal sedeket ini sama kamu tapi inilah hidup harus banyak-banyak deket sama orang untuk sekedar berbagi pikiran, cerita ataupun pendapat yang kita punya masing-masing. Dan batas kita cuma 1 tahun untuk terus bertemu didalam 1 ruangan yang memiliki 6 jam setiap harinya dan tanpa batasan waktu kita bisa saling berkomunikasi dengan mudahnya, kamu yang selalu ada buat aku saat aku pesimis ataupun optimis, hibur aku dengan cerita yang kamu punya.
   Walaupun gak selalu lisan tapi kamu juga gunakan jari-jemarimu untukku dengan kata-kata yang sederhana namun begitu penuh arti untukku, dan aku ingat saat kamu ceritakan cerita horror untukku yang cukup menghiburku dan membuatku penarasan. Dan saat kamu ucapkan kata yang dapat ku tebak kini semuanya meresap dengan cepat seakan meresap dan tak kunjung kering, membekas tak lekas hilang, dan kamu terus katakan kata yang simple tapi terarti banyak buat aku entah mengapa. Kamu katakan setelah aku dengan seseorang yang ada disampingku, namun setelah kamu katakan itu hatiku mulai terbelah menjadi dua seakan aku harus memilih salah satu dari kalian dan aku terpaksa memutuskannya karna sebelumnya aku sudah merasakan ini padamu tapi aku belum yakin. Dan setelah aku menerimamu, kamu berubah seakan bukan dirimu, hilang begitu saja di dalam 3 hari yang selalu aku tunggu-tunggu sms romantic darimu tapi, kamu memang udah bener-bener hilang entah mengapa bahkan dalam 3 hari itu kamu Cuma katakana 1 kalimat romantic.
   Karna aku tak kuat dalam 3 hari itu aku memilih memutuskamu dan aku masih bingung kenapa kamu sebelumnya manis tapi saat aku milikmu kamu mengabaikan ku apa aku sudah tak berarti saat aku sudah kau miliki dengan kata status “Berpacaran”,  dan aku rindu dengan kata-kata sebelum kita gunakan status itu. “Bidadari” dan kata-kata yang kamu rangkai sedemikian rupa dan, dulu dan sekarang berbeda. Dulu kamu rela ngetik tanpa disingkat dan cukup panjang, dan sekarang ketikanmu semakin pendek dan singkat tanpa emotion yang kamu pakai apa karna sekarang aku udah sedikit terluka karna aku ? aku harap luka kamu cepet sembuh. Tapi aku cukup bahagia walaupun jarang ketemu kamu sekarang, karna aku udah bisa kenal kamu, pernah milikin kamu walau sesaat dan Tuhan, aku berharap aku dapat bertemu dengan orang sederhana seperti dia bukan seperti, tapi memang dia dan dia yang aku kenal.

Komentar