04:55

Dari semalam hujan tidak juga reda hingga pagi ini, sungguh sudah dipastikan orang-orang terus mengutuk udara pagi ini yang sangat menyengat kulit. Kaki ku yang sedari pagi dingin sungguh membuatku terus saja berbaring ditempat tidur dengan berselimutkan lembaran-lembaran kain yang aku berharap bisa merendam udara dingin pagi ini, menghela nafas panjang.

Aku yang tanpa pikiran di pagi yang sudah menjelang siang ini terus menatap langit-langit kamar dengan tatapan yang kosong, jiwaku masih menempel erat pada kasurku tak ingin lepas dan sulit. Terlalu tak ingin untuk gerakkan badanku yang rasanya beku oleh pertengahan pagi antara siang ini terdiam heningkan suasana yang hanya diisi kebisingan mesin-mesin.

Mengambil handphone- ku yang sedari tadi stay disampingku, kutarik 2 kabel itu dan susangkutkan dalam setiap indra yang selalu tersambung kehatiku. Kutekan beberapa tombol saat itu, dan aku milih mengalunkan sebuah lagu dengan volume yang menutup setiap kebisingan yang ada. Hari ini perasaanku benar-benar low ditambah pula udara saat ini, kutarik selimut sampai keatas kepalaku dan tak biarkan apapun menggangguku.

60 Detik hadir sosokmu
Tiba-tiba gambaranmu datang. Karna lagu ini kau yang kau bagikan. Gambaranmu datang sengan tubuhmu, wajahmu, suaramu; semua tentang kamu. 2 bait yang menyantuh hati getarkan tiap hati yang pernah mati tak lama dari hari ini, 8 kalimat yang terucap lembut seperti angin saat ini yang perlahan mengelus kulitku. Dengan kata-kata  sederhana namun kata-kata  itu sungguh mengalir dalam tiap darahku membuat jantungku berdegup kencang namun menenangkan.

1 Menit Pertama mengingat setiap hal yang pernah kau lakukan
Aku tau kita jauh, tentu, sudah berlangsung cukup lama bukan ?. Dan perasaanku pun  mulai terkikis oleh setiap hari yang aku lalui, tapi, sosokmu tak pernah terlupakan. Dengan segala yang aku bisa, dengan segala hal tentangku yang kau ketahui, tentang kata-kataku dalam pesan singkat semoga dapat membuatmu tersenyum dalam kejauhan ini. Ya, walaupun aku tak bisa memastikan kau lalukan tentang satu hal ini “Tersenyum” akan aku pastikan akan ada senyum walau bukan berawal dariku.

1 Menit Selanjutnya Aku mulai memvisualisasikan kamu dalam khayalanku.
Dengan kata “Rindu” jelas membuat siapa pun tersiksa bukan ?. Dan yang pasti pertama kali dilakukan adalah, memvisualisasikan kamu dalam khayalanku. Saat mata kita sama-sama melihat, saat suaramu jelasku dengar, saat kau berdiri di pinggir lapangan yang diam-diam memperhatikanku,  saat kamu pegang tanganku, saat kau panggil namaku, saat kita sama-sama belajar. Aku ingat itu. Semuanya terasa indah saat kau ada disampingku tentu itu sulit dilupakan karna itu satu-satunya obat untuk menghilangkan rasa rinduku. Namun, sekarang, kita harus sama-sama jalani hidup tanpa saling melangkapi lagi. Tapi aku tidak izinkan “Goodbye” diantara kita, tentu aku tau kamu sudah tau alasannya.

Di menit ke-3  aku mulai menghargai kamu
Menghargai kau ? dengan apa ?. Aku pun sulit untuk menjelaskannya, tapi bukan dengan uang yang mereka anggap tuhan. Aku menghargai kamu dengan segala kesopanan aku, kebaikan aku, dan apapun yang terbaik buat kamu. Aku lakukan itu, agar aku tak terlupakan, agar aku tak selalu kehilangan sosokmu dengan kejelekanku sifatku. Menghargai kamu karna kau sangat berharga lebih dari yang kau tau, dengan keistimewaan kamu dan hal kecil darimu yang kuanggap sangat luar biasa.

1 menit 55 detik aku sulit melupakanmu
Kembali pada menit ke-3  denga kata-kata yang hampir sama. Dimana pun  kamu berada, berapa pun jarak kita, bagaimana pun keadaannya nanti aku hanya berharap gambaranku, sosokku tak pernah lepas dalam ingatanmu. Aku berjanji untuk selamanya kamu tak akan terlupakan, dan disetiap malamnya  aku berbisik padamu akan kebahagiaan yang nantinya kau dapatkan karna hasil kerja kerasmu selama ini. Aku berharap tidak ada yang membuatmu terluka dengan menangis.


Pagi ini rinduku sedikit terobati.

Komentar