Ingatkah Kamu ?

Aku yang saat itu mengenakan putih birudengan kerudung putih tanpa noda , tas berwarna hitam, berjalan menuju sekolah yang hanya berjarak 50 langkah lagi mungkin berjalan santai. Hingga aku sadari sebuah suara yang berasal dari sebuah sepeda menyapaku, ternyata dia, sosok yang belum lama ini aku kenal menyapa disebuah siang yang panas itu membuat sebuah simpul dalam bibirku.

Aku sangat ingat itu, tapi sudah berlalu karna kita kini sama-sama sudah berganti menjadi putih abu-abu yang sering kita omongkan sewaktu itu. Malam ini aku merindukanmu lagi, sepertinya kebiasaan yang sulit dihilangkan untukku setelah kita sudah lama tak bertemu, berbincang, dan tertawa dan sejak kejadian kemarin. Bolehkah aku untuk terus bercerita tentangmu, kejadian yang tak kau sadari ? karena kamu tau,tulisan demi tulisan yang aku tulis menjadi sebuah cara untuk mengobati rinduku ini.

Ingat saat kau berbagi cerita denganku dan sahabatku?, dengan arah yang membelakangi papan tulis itu saat kau duduk tepat didepan barisan. Saat kau cerita, saat kau berbicara, saat kedua matamu itu berkedip, saat mulutmu terus keluarkan kata-kata dan saat senyum pernah terlintas oh.. aku masih mengingat itu. Seperti kebiasaanku, saat seseorang berbicara serius padaku aku benar-benar memandang jelas wajah itu dengan segala yang ada didalamnya. Dan saat itu sungguh jarak terdekat antara aku dan kamu; aku bahagia.

Aku bahagia telah mengenalmu, lebih dari sebelumnya setelah kau telah bahagia bersama orang lain. Aku tak berharap banyak untuk bisa merasakan itu semua, tapi sebenarnya aku lebih mengharapkan semuanya dalam diam ya.. walaupun semua itu tak dapat aku jelaskan.

Ingat saat aku masuk extrakulikuler yang kau ikuti ? Lucu memang saat itu, kau yang tengah itu berbeda golongan denganku tersenyum padaku dengan jarak yang lumayan jauh dan aku membalas senyumanmu itu. Kamu tau saat itu aku sangat bahagia walaupun aku sempat malu karna dalam golongan aku ada diurutan yang paling bawah, ya bisa dibilang pemula. Aku yang sempat curi-curi pandang berhasil terus menatapmu dalam sesi latihan, hahaha entahlah aku bisa lakukan hal seperti itu.

Sejak awal mengenalmu aku sudah tau tentang kemungkinan ini, kau satu-satunya laki-laki yang bisa aku lihat masa depannya walaupun itu belum pasti. Kau laki-laki yang sangat istimewa dengan segala yang kau punya.

Dan yang terakhir, saat itu kau berganti baju menjadi putih sangat mengagumkan untukku. Saat aku sadari itu kau aku sempat tak menyangka. Sungguh. Namamu dan senyumku yang tak pernah lepas, terus memandangimu dengan sangat tak percaya, ini benar kenyataan. Aku hanya bisa berjabat tangan denganmu walau sebenarnya ingin sekali memelukmu tapi lihatlah banyak mata-mata yang mengawasi kita, aku malu untuk lakukan itu. Walau hanya sekedar berjabat tangan denganmu saat itu sudah meruntuhkan rindu yang pernah membatu dihatiku, kamu tau aku sangat sangat sangat bahagiaaa.

Walaupun tak tentu aku bisa melihatmu seminggu sekali, tapi, diam-diam aku menyimpan foto mu loh, foto saat kita masih memakai putih biru itu ya walaupun bukan kau dan aku dalam foto itu, aku menggunting sosok lain yang tepat disebelahmu dan hasilnya; hanya ada kau.

Kamu tau seberapa bahagianya aku pernah mengenal kau ? aku tak dapat mengungkapkannya dengan kata-kata yang sering aku buat untukmu, biarkan rasa ini terus mengalir sebagaimana mestinya. Dan kamu adalah satu hal yang membuat hidup aku lebih berwarna, indah dan penuh dengan senyuman.

Mereka menganggapmu mungkin saja biasa, namun berbeda dimataku. Aku tak akan mengurungmu, hanya saja aku akan biarkan kamu pergi namun dalam jarak yang aku tentukan, aku ingin kau bahagia dengan apa yang kau mau dan yang kau pilih.


Namun, kamu akan terus menjadi yang special dalam hati aku hingga aku mendapatkan yang sebanding denganmu karna aku tau di dunia ini tak ada yang sempurna. Dan entahlah Ibumu yang pernah kau ceritakan tentangku masih mengingatku aku tidak hahahah, lupakan. Jika aku belum punya atau sudah kamu aku anggap tetap, tetap menjadi yang special. Bukan hanya special tapi lebih dari itu…

Komentar