Kejadian Yang Terjadi Bukan Akhir Dari Semuanya, Masih Ada Masa Depan

Kita sudah pernah lewati semuanya walaupun tidak begitu berkesan untukmu, namun sangat berkesan untukku. Fase demi fase kita lewati tentunya, berkenalanmu tanpa sengaja saat kita tak sengaja bertanya tentang pelajaran saat itu, wajah yang sepertinya sedikit terlupakan karna waktu tak izinkan kita bertemu lagi pula kita sudah sama-sama sibuk dengan kehidupan SMK yang lebih focus lagi.

Aku ingat terakhir kita bertemu, aku pun tak menyangka itu kamu. Kenangan dan segala tentangmu sudah sedikit terlupakan, tapi ingat masih aku simpan baik-baik kenangan itu dalam hati dan didalam ingatanku. Sosok yang dulu pernah bercerita tentang dunia mistis yang ia tau, menolekkan wajahnya yang duduk didepan mejaku saat itu, tak dapat aku lupakan tapi karna waktu kenangan itu sedikit terkikis sedikit buram untuk aku ingat tapi aku akan mengingatnya dan mencoba untuk mengambalikan lagi warna-warna yang hilang.

Dulu orang yang sempat berpura-pura menjadi orang yang paling aku harapkan saat itu, kesal memang, tapi alasannya yang membuatku sedikit bingung. Kejadian ini kamu masih ingat gak ?. Orang istimewa saat itu, cowok yang paling dekat denganku dikelas, dan selalu cerita yang sama disetiap harinya. Bahkan aku lupa kata pertama kali yang aku ucapkan saat kita sudah 1 kelas di hari yang ke-3 sepertinya kita kenal. Moment yang tak pernah terlupakan.

Saat canda pernah terukir diantara kita berlima dengan yang lainnya, oh ia… inget gak saat games yang diadakan tiap baris dikelas. Aku masih inget tawa itu, senyum itu, suara tebakkanmu yang sangat lucu itu, taukah kamu aku masih mengingatnya.

Dan ketika alasan kau menyukai gadis yang satu kelas dengan kita, entahlah aku lupa dengan perasaan saat itu kau mendekat denganku untuk dekat dengannya. Saat itu aku menganggapmu sahabat cowok pertama untukku yang paling dekat dan paling aku sayangi. Dan saat seseorang menyatakan cinta padaku, aku menerimanya karna aku sama sekali belum bisa artikan rasa ini.

Dan bulan yang hampir 3 bulan dengannya, malam itu malam yang sangat tak ku sangka sebuah kata yang hampir aku tebak ternyata kau tulis dalam teks yang benyak melibatkan enter yang cukup banyak dan tiap roll kebawahnya membuat jantungku berdebar dan penuh tanda tanya.

Malam itu entahlah, aku menangis, menangis dalam penyesalanmu yang telah melihat aku bersama orang lain. Bahkan dia heran mengapa aku menangis untukmu malam itu, bukan hanya malam itu saja. Saat dikelas aku bercerita dengan sahabat perempuanku dikelas, kamu tau ? aku menangis lagi. Entah mengapa itu membuatku menangis, karna perasaanku benar-benar terarah kepadamu aku memutuskannya. Ingat. Aku memutuskannya bukan karna mu atau karna dia merasa kau adalah perusak hubunganku tapi aku memilih untuk putus dan tidak memilih siapa-siapa.

Kau berikan aku sebutan yang bagiku itu istimewa, taka da yang pernah memanggilku atau bahkan menganggapku sebagaimananya kau lakukan itu padaku. Dan aku lupa bagaimana caranya kita sudah jadian, tapi, itu hanya berlangsung 3 hari. Aku tau setiap orang pasti punya kesibukkan masing-masing, dan seperti kebiasaanku aku tak berani untuk mengirim sms untuk yang pertama dan aku menunggu sms darimu. Taukah aku tersiksa saat itu tersiksa rindu yang terus mengghujam jantungku, kau hampir tak ada kabar dalam 3 hari itu, kau hanya mengirim sms pada saat malam hari yang hanya  4 balasan yang aku terima. Aku sedih.

Aku kecewa saat itu, aku membutuhkanmu saat itu, namun sepertinya kau menghiraukanku padahal sebelumnya kau tak pernah absen setiap malamnya untuk sms, tapi ini, ah.. sudahlah lupakan. Aku tak tahan, dan aku memutusakanmu, maaf, aku sebenarnya tak ingin dan bodohnya aku tak beri kesempatan atau tidak memikir panjang. Maafkan aku yah… mungkin saat itu saku sangat bodoh.

Dan kini, kita sudah sama-sama sibuk, sudah banyak melihat orang-orang sebagai penggantinya. Dan taukah kamu sejak saat aku memutuskanmu perasaan ini masih ada, entah kenapa kamu dan perasaan ini tak dapat dilupakan sama sekali. Maafkan aku…

Kurang lebihnya minggu kemarin aku melihatmu menulis status dengan nama seorang gadis dibawahnya, seperti bisanya aku banyak tebakkan, dan salah satunya, dia adalah penggantiku bukan ?. Walaupun aku harus memikirkannya ulang, aku sudah memilih untuk bertanya denganmu apa yang sebenarnya terjadi.

Jantunggku terus berdetak kencang seolah-olah aku seseorang yang akan tertembak dengan menembak yang tak jitu, “Benarkah itu ?”. ragu untuk tekan kirim seolah ia sudah memasukkan pelurunya. “Ia, emang kenapa ?”. “Longlast ya, gak apa-apa Cuma nanya doangJ”.  Tanpa aku sadari pelatuknya sudah tertekan, karna aku tidak focus; tertembaklah aku.

Ia membalas dari sms ku yang terakhir, tapi maaf aku tak membalasnya, bahkan dalam percakapan di Facebook. Munafik untuk aku membalasnya, karna sama saja luka bekas lubang keluru itu tak dapat dicegah. Malamnya…. Aku menangis, ya lagi-lagi menangis yang kedua kalinya buat kamu . Aku akan sangat rindu dengan sms kamu yang sekarang gak mungkin sesering dulu, bertemu ? berbeda dengan seperti dulu tak akan ada mata yang didalamnya ada aku seperti hatimu. Dan didalam matamu, rindumu, pikiranmu; akan selalu ada dia.

Dulu, kamu tangis juga senyumku. Dan sekarang, harus seperti itu lagi. Aku cewek kuat walaupun hanya malam yang pernah liat aku menangis, mendengar aku menangis, dan menampung air mata ini aku tau akan ada hari dimana semuanya akan baik-baik aja bahkan ada kebahagiaan didalamnya. Kamu satu hal yang membuat aku bisa merasakan keduanya, keduanya yang berbeda juga berlainan lucu memang satu orang, bukan siapa-siapa, buat aku senyum atau bahkan bahagia, juga buat aku nangis; Cuma kamu loh.

Maaf jika aku sering melibatkanmu dalam rangkaian masa depanku, dalam rangkaian mimpiku, dalam lingkaran orang-orang yang aku cintai. Aku tau perasaan ini salah atau bahkan perasaan yang bodoh banget, tapi ini soal perasaan cewe kamu taulah gimana perasaan seorang cewe. Semoga kau tidak terlalu mementingkan tulisan ini ketimbang dia yang sekarang memanggilmu sayang, dengan dia yang selalu menyimpanmu dalam hatinya dan dalam bait doa yang ia persembahkan dan juga kamu yang telah memiliki dia seutuhnya.

Aku tak dapat lagi membaca pikiranmu ataupun hatimu karna aku tau sudah ada dia yang sempurna untukmu. Kamu tau apa yang buat aku tersenyum ? dalam tulisan yang sebelumnya aku tulis, aku melihat dalam masa depan kamu memakai jas dan sungguh-sungguh terlihat sangat mempesona dan menarik. Dan yang membuatku tersenyum lagi masih ada hari esok untuk kita bertemu lagi, dan semoga di masa depan nanti aku sudah bisa belajar merelakan sesuatu bila nanti aka nada yang cukup  atau lebih berbeda darimu sekarang.

Setiap menitnya dan dalam setiap sholatku, aku berdoa “Allah adalah tuhan yang paling adil, allah lindungi aku dan orang-orang yang aku sayang. Amin”. Dan kamu termasuk orang-orang yang aku cintai. Sekarang, berbahagialah dengan orang yang kau pilih sekarang, berbahagialah dengan cinta yang kau punya sekarang semoga tak ada yang tersakiti kembali seperti dulu.


Pesanku, aku bukan berharap banyak padamu, tapi dalam setiap manusia tidak salah untuk mengharapkan apa yang ia mau. Belajarlah jadi yang kamu mau  semoga dapat mencapai apa yang kamu tuju. SEE YOU NEXT TIME….

Komentar