Permintaanku

Bisakah sekali lagi bilang “Hai” saat nafas terakhirku berhembus? , aku bukan putus asa tentang hal terakhir itu tapi itulah permintaanku yang semoga kau tepati. Sayang, sayangnya waktu akan terus berputar  dengan yang semestinya aku sama sekali tak bisa menghentikannya karna sama sekali aku bukan Tuhan. Aku hanya bisa merekamnya dalam ingatanku yang semoga saja tersimpan dan teringat sampai akhir hidupku, bahwa aku pernah bertemu, berkenalan, mengenalmu; sudah cukup.

Bisakah tak pernah bilang “Goodbye” padaku ?, aku hanya ingin kau selalu bilang “Hai” aku tak ingin bahkan benci  untuk mendengarnya. Walaupun akan selalu ada perpisahan diantara kita tapi aku mohon jangan ucapkan kata itu padaku, mengapa ? karna aku tau kita akan bertemu lagi walau semuanya sudah jelas-jelas berbeda.

Bisakah terus nyanyikan lagu yang menurutku  romantic ?, hahah aku tau tau tak bisa bernyanyi dan memang terdengar aneh tapi tak apa itu cukup  menghiburku disaat  aku senang atau  jenuh dengan dunia ini. Walaupun lewat tulisan yang terpampang dalam layar handphone-ku aku masih bisa membayangkannya, mendengarnya; segala tentang kamu.

Bisakah terus buat aku terbang ?, dengan sayap-sayap indah yang kau berikan pada malam yang sudah sangat berlalu itu, aku tak pernah lupa kata-kata itu entahlah denganmu. Terbang ke angkasa, bersama bintang-bintang, bersama bulan, dalam malam,ditemani  angin malam; dalam mimpi dan khayalanku. Kamu boleh bilang aku pemimpilah, anehlah tapi tak apa.

Bisakah terus membuatku tersenyum ?, walaupun terkadang selalu ada hal tentangmu yang buatku menangis. Buat aku tersenyum dengan kata-kata sederhanamu, dengan kalimat singkatmu setiap malamnya. Dan sebuah perpisahan yang membuatku tersenyum, kau tau kenapa ? karna aku yakin kita akan bertemu kembali dengan senyum yang bertambah tak terlupakan.

Bisakah terus memanggilku seperti yang biasa kau panggil ?. Sebenarnya ini pertanyaan yang sangat bodoh ya… tapi abaikanlah permintaan ini; sangat tidak penting. Tapi walaupun kau tidak panggil aku seperti yang pernah kau bilang, imajenasiku terus begitu tidak apa-apa ya. Maklumi aku ya.


Dan malam ini aku kembali teringat tentangmu, kau tau kenapa ? karna semua permintaan tak mungkin berbumbung tinggi dalam setiap permintaan-permintaan ku yang lain. Apakah kau izinkan aku ? untuk terus mengingatmu atau bahkan mengharapkanmu dalam kepastian. Sudahlah abaikan ini :D

Komentar