Aku Yang Apa Adanya

Disini aku berdiri, diantara jutaan dan miliaran orang yang menghuni bumi yang sudah tua ini. Diantara ketidak sempurnaan yang melekat dan beragam, dan juga berbagai komitmen, tujuan hidup, dan sifat setiap manusia yang berbeda pula.
Kita sama-sama hidup untuk saling melengkapi sesame manusia dan juga saling membantu.

Dalam perjalanan hidup satu hal yang membuatnya sempurna, satu hal yang melengkapi dan satu hal yang membawa kita kekebahagiaan. Cinta. Sebenarnya aku gak tau cinta itu apa tapi kebanyakkan orang selalu membicarakannya, kebanyakkan orang mempercayainya dan orang-orang yang lebih tua berkata pernah mengalaminya. Cinta ? memang sebenarnya gak selalu ada kata bahagia, terkadang cinta dalam diam, cinta tanpa balasan, cinta dalam batas, dan cinta sampai mati.

Cinta, permulaan pahit diakhir manis, diawal manis diakhir pahit. Mereka bilang cinta itu dari mata turun kehati, dari pandangan pertama lalu jatuh hati, satu hal yang entah diantara logis atau tidak logis, diantara ada dan tiada.

Dan bila pada suatu saat cinta datang, aku tak bisa meyakinan itu. Disaat mata yang mulai buta melihat semuanya terasa lebih indah dan berbeda pada mata yang biasa saja. Aku yang makhluk-Nya pasti penuh dengan kekurangan dan kekuranganku harus ditutupi oleh orang yang akan mendampingiku kelak, seseorang yang nantinya akan berkerja sama denganku untuk menjalani sisa hidup masing-masing.

Apakah cinta itu harus cantik/ganteng  yang dilihat dari mata ? kalau soal itu, aku agak minder. Karna aku gak cantik, aku gak sesempurna mereka yang memiliki paras cantik, aku hanya ingin terlihat natural dan orang yang melihatku dengan seperti ini dapat menghargainya dan melihat aku yang sebenarnya tanpa topeng dan tanpa make up. Iya sih, siapa cewe yang gak suka ber make up didepan orang banyak agar menarik perhatian kadang aku juga berkhayal seperti itu sebenarnya berdandan untuk menarik perhatian didepan laki-laki. Aku gak suka terlalu mencolok dikerumunan orang dengan dandangan yang berlebihan.

Mata besar, hidung pesek, kulit coklat. Kadang ada juga yang menghina, tapi aku percaya apa yang  Tuhan berikan kepadaku adalah suatu anugrah dan aku harus mensyukuri semua dan juga bersabar hati dengan cemoohan mereka. Terlalu jahat untuk mencemooh ciptaan-Nya yang sudah diciptakan.

Aku tau, terkadang banyak cara buat nutupin segala yang kekurangan dengan jalan singkat. Tapi itu juga terlalu parah dan rasanya sudah tidak menerima apa yang sudah diciptakan, kekurangan adalah kelebihan yang dapat kita hormati dan hargai.

Aku yakin pada dasarnya setiap  wanita itu cantik,  yang biasa disebut Iner Beauty. Dan setiap wanita memiliki itu. Kecantikan fisik pula tak selalu mendukung kesempurnaan  hati wanita, dengan jaman yang terus berkembang semuanya mulai tertutupi apa yang biasanya kurang tapi pasti aka nada penyesalan.

Aku gak cantik seperti wanita-wanita yang mereka bilang cantik, walaupun iri ini semua sudah rencana-Nya dan aku sebagai makhluk-Nya hanya bisa bersyukur, dan pahami dibalik kekurangan seseorang pasti ada kelebihan didalamnya. Janganlah jadi orang yang pesimis,  terus jalani hidupmu walau mereka berkata apapun  jangan menganggap itu adalah sebuah pelecehan anggaplah semua itu motivasi untuk hidupmu.
Terima kasih J

Komentar