Nyanyikan Aku Sebuah Lagu

Tampaknya sejak saat itu aku mulai terjerat olehmu, dengan jaring-jaring yang kau lempar itu. Tapi aku bukan ikan. Terperangkap oleh jaring-jaringmu yang lengket itu. Tapi aku bukan mangsamu, laba-laba. Hahah.. kejadian yang kuanggap istimewa itu kini bukan lagi hal yang pernah aku rasakan, kejadian yang sekarang selalu terjadi saat kita berkumpul dengan teman-teman pada setiap malam. Saat aku bosan dengan malam yang terkadang berjalan begitu sangat lama saat aku bermalas-malasan disofa dengan televisi  yang selalu berganti-ganti channel, dan terkadang malam yang sering aku marah-marahi.

Perkampungan yang terkadang ramai dilewati oleh dua roda yang sering diperintahkan untuk memelankan lajunya karna, anak-anak kecil yang berteriak sambil berlari-larian mencari tempat sembunyi mulai berpencar. Aku bosan malam ini, semuanya telah aku kerjakan namun satu hal itu tetap saja melekat pada perasaanku saat ini. Rasanya ingin mengusirnya jauh-jauh.

Aku menuju sebuah  tempat yang sering dijadikan tempat berkumpul oleh semua warga dikampung ini, seperti balai yang jarang sekali dipakai dan terkadang dijadikan tempat ronda. Ternyata disana sudah ramai dengan anak-anak muda yang sedang berkumpul. Bahkan dari kejauhan terdengar suara tawa, gitar dan suara-suara ramai. Dan disanalah aku melihatmu.

Laki-laki yang sudah lama aku kenal mulai memainkan gitar kesayangannya malam itu. Lampu yang berwarna kuning itu terkadang membuat mataku sakit tapi terkadang juga warna itu membuat wajahnya terlihat mengagumkan, aku memilih duduk disebelahnya. Sepertinya ia belum menyadari aku yang telah duduk disebelahnya yang terlihat menunduk mengarahkan tatapannya pada hole gitar itu, dan aku terus memperhatikannya yang sangat-sangat serius.

“Nyanyi dong buat aku”. Aku berkata. Setelah ia sadari itu suaraku ia menoleh kearahku dengan senyuman dibawah lampu kuning itu, sepertinya saat aku melihat matanya sedari tadi ia menungguku disini. Karna hampir setiap malam jika aku bosan dirumah aku pergi kesini, tidak terlalu jauh dari rumahku. Ia menyanyikan lagu yang paling paling aku anggap romantic. Ia membenarkan posisi duduknya ke posisi dimana ia bisa melihat jelas senyumku.

“Aren’t  something to admire cause shine is something like a mirror..”. Dengan petikkan gitarnya, suaranya yang merdu, tatapannya kerahku dan senyumnya yang begitu menawan.

Aku hanya tertawa kecil sambil sedikit-sedikit mengikuti lirik lagu yang ia nyanyikan, begitu bahagia memang. Sebenarnya aku hanya bercanda dengan kata-kata yang membangunkannya dari lamunannya namun sepertinya ia menganggap itu serius, kamu tau aku sangat bahagia saat itu walaupun sering terjadi rasa bahagia ini sama saja sebahagia awal pertama kali kau nyanyikan lagu.

Setiap lagu yang kau nyanyikan untukku membuat aku tambah terlena dengan apa yang kau selalu lakukan dan dengan lagu-lagu romantic yang selalu kau nyanyikan untukku, semoga ini tak tak membosankan untukku dan jangan pernah berakhir…

Komentar