Untukmu

Surat kenangan untuk leo

Hai Leo…

Bagaimana kabarmu sekarang ? semoga baik-baik saja ya disana. Akhir-akhir ini kita jarang beragumentasi dalam tiap pesan ditengah malamnya ya, dan akhir-akhir ini juga fIsikku mulai melemah karna terlalu banyak begadang lewati malam-malam sebelumnya bersamamu yang kita hiasi dengan lampu-lampu hias yang menerangi dikegelapan.

Maaf, pesan ini aku tulis untuk mengenang dan mengingatkanmu lagi terhadapku. Aku tau aku belum masuk  kedalam hatimu dimana tempat orang-orang yang berarti dalam hidupmu, tapi aku rasa aku telah berada didepan pintunya dan berharap kau membukakannya untukku. Dari tiap pesan yang kau kirim akhir-akhir ini yang sangat jarang sekali aku terima aku sedikit bingung harus bahas apa, kau yang senang membahas masalah sulit dalam hidup selalu memintaku untuk bertanya sedangkan aku, aku lebih senang dengar cerita orang lain ketimbang aku harus ceritakan masalahku.

Leo… sampai saat ini aku belum temukan orang yang cocok untuk aku jadikan buku harianku rasanya itu terlalu sulit bagiku walaupun terkadang aku berpikir dia itu kamu aku terlalu canggung untuk menceritakan semuanya. Kita yang hanya dekat lewat pesan singkat sepertinya sudah kenal cukup lama dan cukup dekat walaupun rasanya kedekatan kita tak lebih dari 2 bulan, dan sekarang mulai melonggar.

Leo… walaupun kita hanya mengirim teks aku sudah tau sifat baik buruknya kamu sampai hal yang kau angap harus dirahasiakan olehku. Sekali bertelepon denganmu itu hanya 30 detik, sangat singkat bukan.

Leo.. aku kangen kamu walau hadirmu hanya lewat pesan-pesan yang sering kau kirim. Dan tak lama lagi kita tidak bertemu lagi karna jalan sekarang sudah memisahkan kita. Sosokmu yang unik Leo, membuat aku senang kenal dengan orang sepertimu, yang dewasa dan enak untuk diajak berdebat.

Aku yang pernah menyukaimu bahkan mengatakannya padamu, dank au tau itu, dan aku cukup dewasa untuk menangani ini. Kau selalu bicarakan sosok wanita lain denganku dan disinilah aku belajar untuk membatasi diriku. Namun aku juga belum mengerti tentang perasaan ini, perasaan yang tiba-tiba datang dan tiba-tiba juga hilang, apakah ini perasaan sementara atau hanya perasaan biasa ?.

Owh ia Leo, ingat saat kita dekat bahkan duduk sebelahan walau tanpa bicara ? disaat itu akupun nyaman, namun saat sekilas melihat wajahmu leo sepertinya kau biasa saja. Apa aku terlalu berharap padamu Leo ? sosok yang sempurna yang ingin aku miliki sedangkan aku, menurutmu tak menarik sama sekali. Dan segala penilaianmu terhadapku kadang mambuatku malu tapi juga menerbangkanku.

Leo gak lama lagi aku gak bisa bertemu denganmu, yang hanya sebatas melihat wajahmu dari kejauhan. Tapi dalam penerawanganku yang entah ini pengelihatan dimasa depan atau apalah itu, aku tak dapat menemukanmu lagi.

Leo… aku hanya bisa mengingatmu dan mengkhayalkanmu lewat lagu yang menurutmu lagu sebuah kenangan dari orang yang terlah pergi orang yang sangat-sangat kau sayang, aku hanya mendapatkan itu, dan foto-fotomu.

Kelebihanmu, kekuranganmu, masa lalumu, planning masa depanmu, sampai hal-hal yang semestinya menjadi hal yang paling rahasia untuk orang yang baru mengenalmu kau sudah ceritakan itu semua. Itu yang membuatku besar rasa, seakan aku satu-satunya orang yang kau percaya, tapi tidak untuk kau cintai.

Aku selalu berdoa untuk kebaikanmu, dan kebahagiaanmu dimasa yang akan datang.

Leo, aku hanya ingin kau terus mengingatku tanpa harus aku mengingatkanmu seperti ini. Aku hanya ingin kau sadar walau sebenarnya dalam suatu ruang yang gelap dalam hidupku aku membutuhkanmu orang yang benar-benar mengajariku tentang hidup.

Jaga kesehatanmu, jangan terlalu sering bergadang dan menghisap sesuatu yang paling ku benci itu demi kesehatanmu Leo.. aku selalu sedih bila ada orang yang aku kenal harus sakit…

Kebahagiaan sebenarnya ada Leo hanya saja kamu kurang sadari itu…

Dari seseorang yang mengagumimu yang akhir-akhir ini 
selalu menunggu pesan yang membuat semuanya erat kembali.

Komentar