Malam Ini Seperti Ku



Saat kelam mulai datang dari ufuk terbenamnya matahari, dimana aku mulai melemah dan akan berada pada titik terlemahku. Detik-demi detik yang terus berjalan saat ini mambawaku semakin jadi diriku sendiri, aku yang biasanya membuka beberapa buku untuk pelajaran besok sangat enggan untuk membukanya dan hanya terduduk mendengarkan rintik-rintik hujan yang menghantam genting yang kokoh itu. Entah apa yang aku lihat dan aku rasakan, seakan semuanya hampa dan kosong seperti diriku.

Kelam yang semakin memeluk dan dingin yang semakin menusukku, membuat semuanya terasa sangat hampa. Handphone yang sejak tadi menyala disampaingku tak mampu temaniku disaat seperti ini. “Mereka hanya datang disaat mereka butuh”.  Melihat  diriku sendiri yang sungguh kaku malam ini.

Malam apa akan terus menerus seperti ini ? saat yang lain sudah bermimpi aku masih menatap realitas yang menyakitkan bagiku, tapi malam ini. Bahkan mereka aneh dengan kebiasaanku ini,  yang terus menatap malam yang membuat siapapun  nyaman dalam pelukkan selimut tebal. Dan aku dengan pakaian sederhanaku diam dan duduk menatap gelapnya dan dinginnya malam ini.

Malam dimana aku dengar detak jantungku sendiri, dimana semuanya seakan tenang, dimana angin dinginnya menusukku perlahan, dimana aku bisa mengingat apa yang pernah ada atau bahkan tak pikirkan apapun. Suara bising kendaraan,  tidak temaniku, mereka hanya lewat dan kembali meninggalkanku sendiri.

Tak ada seorangpun yang sanggup temaniku, bahkan mereka yang paling aku anggap penting.  Tak apa mungkin hanya malam yang dapat tenangkanku, dan mampu membuatku lebih ringan untuk jalani hidup. Malam yang mereka anggap untuk tidur dan beristirahat malah aku jadikan sebagai teman yang diam saat aku bercerita lewat kata-kata yang bersumber dari hati dan pikiran.

Dan malam yang sekarang sedang musim penghujan ini…….. it’s like me

Komentar