Sulit Untuk Aku



Aku kira pertemuan kita yang kemarin terakhir kalinya dan dimana setelah itu aku mencoba untuk melupakanmu, aneh memang, tapi itu yang aku pilih walaupun aku juga tau cara itu tak akan mungkin berhasil.

Beberapa hari lalu aku sempat menyangka pilihan yang ada itu berhasil dengan mulus, dengan kekuatan hati yang pernah sekali aku yakini. Pilihan yang ada memang sepertinya menimbulkan akibat yang sama, yaitu kekuatan hati dari apapun yang nantinya akan terjadi, entahlah kecuek-kan kamu atau kebencian kamu terhadapku.

Entahlah apa yang terjadi,, kata-katamu memang menghipnotisku. Seakan terlena dan sekejap lupa dengan rasa sakit yang pernah aku rasakan karna rasa ini dan karena keadaan yang sebelumnya terjadi.  Aku seperti hidup sendiri tanpamu, kamu bagaikan pelangi, matahari dan hujan yang dapat menambah indah hidupku.  Kenapa rasanya sulit untuk tidak membiarkan semuanya berjalan dengan yang seharusnya, tanpamu, karna kamu yang biasa mereka sebut sangat pokok dalam hidup.

Dari tiap kejadian yang pernah kita lewati bersama, pernahkah berkesan untukmu ? pernahkah aku jadi alasan kenapa kau begitu acuh?.  Dari yang awalnya aku begitu yakin hingga aku diam tanpa tau apa yang ingin aku lakukan, dan hingga pada akhirnya aku sudah benar-benar bingung dengan apa yang ingin aku lakukan.

Kenapa begitu sulit untuk mengartikanmu, begitu sulit untuk dapat membiasakan diri dengan apa yang sering aku anggap mewah dan romantic, namun dimatamu hanyalah hal yang biasa. Dan aku terlalu berlebihan menanggapimu. Terlalu menganggapmu seolah kau kekasihku, memang aku memang bodoh tentang ini semua, rasa cinta yang merasukiku memang cukup kuat.

Dan tak dapat aku pungkiri, aku bertemu denganmu tanpa aku harapkan sebelumnya. Seakan kau memang tercipta untukku, kata-kata kemarin yang pernah aku ludahi memang benar-benar aku makan lagi. Marah, sedih, benci, dan cinta yang kembali lagi membuat aku pusing dibuatnya sedangkan dia tak berbuat apa-apa hanya sekedar sapaan yang biasa ia lontarkan dulu. Dan lagi-lagi aku yang terlalu menganggapnya berlebihan.

Dan aku tak dapat membohongi hatiku… kau memang terlihat sangat keren dengan baju itu, dan aku hanya sekilas melihatmu, membuang kesempatan yang pernah aku inginkan sebelum pilihan yang sulit itu aku pilih. Mencekikku, mengikatku dengan erat walau sebenarnya aku meronta. Dan aku tertarik kencang dengan pilihanku yang memilih untuk tidak menatapmu, dan aku menyesal.

Rasa benci sebelumnya memudar dan bertambah memudar setelah kata sapaan mu terdengar dari telingaku, seakan merayu untuk menengok kearahmu namun lagi-lagi tali itu masih menarikku untuk tidak memperdulikanmu. Walau sebenarnya aku masih perduli denganmu.

Apakah ini pertanda tuhan ? saat aku mencoba menjauh dia datang, namun saat dia mancoba menjauh aku hanya diam ditempat entah harus berbuat apa. Dan dengan rasa yang kembali ketempatnya semula akankah semuanya sesuai dengan apa yang aku mau ? atau bahkan sampai takku sangka.

Sungguh, rasa ini sungguh menyiksaku. Walaupun aku berjalan sejauh mungkin tetap saja, seperti parasit. Mengambil alih tubuhku untuk terus mengingatnya, mengambil semua rasa cintaku untuk tetap padanya. Aku hanya dapat berharap semuanya akan baik saja~

Komentar