Akankah Kau Lupakan Aku ?



Entah sudah berapa lama kita berpisah dari lingkungan yang pernah kita tuju dan kita injak itu, terlalu lama untuk aku mengingatnya lagi seperti merasakan lagi je javu yang sudah basi untuk kita bahas lagi. Dan kaulah salah satu yang terkenang dalam memory ku, yang selalu berikan sensasi yang berbeda saat kembali mengingat masa itu, rasanya menggelitikku untuk tersenyum atau tertawa.

Laki-laki yang sedikit lebih tua dariku yang hanya berbeda 2 bulan dari kelahiranku,  tubuhnya yang tinggi membuat aku selalu merasa dilindungi olehnya. Kau tahu, kau telah aku jadikan buku harianku yang selalu ada disaat aku ingin sekali mengungkapkan segala isi hatiku, apapun itu. Bahkan kau tak canggung ikut bergabung dalam kelompokku yang semuanya terdiri dari perempuan-perempuan, walaupun terkadang kau harus menerima celotehan mereka yang menganggapmu banci.

Dan sekarang, aku kehilanganmu walaupun sekedar pesan singkat yang hadir dimalam hari saat itu pernah terjadi. Semenjak ini aku sedikit canggung untuk sekedar menyapamu lewat media sosial lainnya, dan rasaku semakin kecil dimatamu. Entahlah dimana kamu berada sekarang, kabarmu, kehidupanmu yang baru, sebenarnya ingin sekali aku tanyakan. Karna aku berfikir hidupmu yang baru dan kau akan berubah.

Ingat? Saat aku menggerutu kesal dengan orang lain tapi aku melakukannya padamu ?. Ingat ? saat aku minta jemput olehmu setelah kau datang aku malah memilih untuk naik mobil umum.  Kau yang selalu sabar menghadapiku walaupun terkadang aku sangat sulit untuk dibujuk, kau yang selalu mengerti dan memahamiku walaupun terkadang aku harus selalu dengar ocehanmu itu yang buat aku tertunduk bisu.

Apakah kau melupakanku ? si gadis yang selalu kau anggap adikmu ini. Apakah kau akan lupa dengan kisah kita ? dengan segala kelucuan dan kekonyolan kita. Apakah kau akan lupa juga untuk terus mengabariku ? seperti janji kita dahulu untuk terus berkirim kabar masing-masing. Hal yang ternyata sudah kita ingkari.

Aku tak akan lupa denganmu! Walaupun aku sedikit lupa oleh wajah aslimu yang dapat aku lihat dengan mataku sendiri dan dapat aku cubit sekeras yang aku bisa, maafkan aku bila segalanya berubah. Dan dari sini aku berdoa semoga kita dapat betemu kembali.

Komentar