Kamu Buat Aku Jatuh Cinta



Hari ini, kamu memang benar-benar membuat hatiku cerah seakan awan hitam pergi menjauh dari hidupku. Dengan segala tingkahmu yang konyol itu membuat kesan pertama kali kita bertemu sulit untuk dilupakan, walaupun kita hanya kenal disaat waktu bermain namun kau selalu hadir dalam tiap waktu dan dalam keadaan apapun.

Dan 1 minggu yang lalu saat kau mengajakku pergi keluar berdua memang rasanya sungguh berbeda, dan sekejap aku benar-benar lupa dengan luka yang pernah aku rasakan karna terbawa suasana tertawa bersamamu. Memang cukup unik untuk aku jelaskan sifatmu, terkadang aku begitu dewasa tapi juga terkadang kekanak-kanakan membuat aku tak mudah bosan denganmu.

1 minggu, hanya ada senyum yang mengelilingi kita. Terutama saat kita makan ice cream cone yang runcing itu, dan dengan coklat berlimpah yang sangat sama-sama kita sukai. Aku yakin orang yang ada di mall itu pasti aneh melihat kita, melihat kita yang ketawa-ketiwi, dorong-dorongan dan sepertinya tak perduli dengan tatapan mata mereka yang tertuju aneh kepada kita.

Kita pergi saat siang panas yang biasa kita rasakan, dan pulang saat matahari sangat nyaman untuk hati kita rasakan. Saat pulang , aku heran, tiba-tiba kau berhentikan mobil umum itu ditengah jalan dan seketika menarikku untuk turut mengikutimu turun dari mobil itu. “So, kok kita turun disini ?”. wajahku masih bingung yang tengah berbicara saat ia bayar mobil umum itu, dan yang terlihat dari wajahnya hanya senyum manis nan imut itu.

Ia belum juga jawab pertanyaanku, yang malah melangkah kedepan meninggalkanku. “Ish.. kok malah diam. Ayo jalan!”. Ia berhenti lalu mengarah kearahku,  dimana aku yang masih sangat bingung karna jaraknya lumayan jauh untuk sampai dirumah. Dia menarik tanganku untuk segera melangkah dan meniti jalan itu yang dipenuhi dengan mobil-mobil yang melaju kencang.

Entahlah, karna sore itu atau perasaan kita yang lemas, langkah kita cukup santai. “Nanti malam, gue mau berangkat!”. Melangkah terus tanpa melihat kearahku yang menatapnya dengan tajam. “Berangkat kemana ?”. “Kesebuah tempat yang waktunya cukup berbeda jauh dari sini!”. “Please deh, masih bingung!”. Kebingunganku memang cukup akut tentang seseorang apa bila sebelum keintinya ia menggunakan bahasa yang rumit. “Gue mau ke Amerika!”. “Whats ??”. aku sugguh terkejut mendengarnya. “Maaf ya, ini mendadak banget soalnya. Maaf juga baru bilang sekarang!”. Langkah kita terhenti dan menatapku dengan senyuman manismu itu, “Berapa lama ?”. “Ya kira-kira 2bulan!”.


Aku tau kita baru 1 bulan kenal, dan 1 bulan itu juga kita dekat. Dan entah mengapa saat kau ucapkan itu semua rasa sakit itu menghujamku. Wajahmu yang imut itu, putih, tinggi, dan sangat-sangat perhatian, mungkin itu yang akan aku rindukan darimu nanti. Dan tiba-tiba kau menggenggam tanganku dipinggir jalan itu, tanpa rasa malu kamu memelukku. “Gue bakal bener-bener kangen sama lu!”. And then aku terbawa suasana sedih dan haru pada saat itu.

Dan tadi pagi, saat aku membuka pesan facebook, direct message twitter, di handphoneku. Aku menemukan sosokmu yang mengirimkan aku banyak kata-kata indah yang kau rangkai untukku. Ya memang 1 minggu dari sore itu aku tak dapat sosokmu dalam sebuah tulisan atau foto tapi sekarang?, aku cukup bahagia dan terobati segalanya walaupun tak maksimal. Aku berharap kau selalu dilindungi disana. Dan tak lama setelah aku membaca pesanmu yang banyak itu handphoneku berdering, tanpa nama dan nomor  yang aneh.

“ Hallo!”
Sepertinya aku kenal dengan suara ini, suara yang masa dengan yang aslinya. Dan aku terdiam.
“Hallo.. hallo (name)”
“Haa… ”. Aku bener-bener gak percaya.
“Yes I’am, gimana kabar kamu ?”
“I’m fine. How about you ?”
“Hahah udah gak usah pake bahasa inggris juga “. Tawanya membuat aku sangat sangat rindu dengannya.
“Siapa tau rada lupa sama bahasa Indonesia hahah”
“Enggalah, masih love Indonesia kok. Aku baik banget berkat doa kamu”
Aku hanya tertawa. “Mmmm.. thanks buat pesan-pesannya ya”
“Ia sama-sama. Mmm…  (name) I miss you”
“Really ? miss you too. Kamu masih lama ya disana ?”
“Mungkin satu setengah bulan lagi!”
“Lama yah…”
“Laaaaaaaammaaaa baaangggeeett rasanya, kayak 1 tahun”
“Hahaahh”
“Kalau nanti aku balik ke indo, aku bakal kasih kamu suprize dehh. Special buat kamu”
“Beneran ?”
“Yeahh I promise. Apa  kira-kira                 kamu nungguin aku pulang?”
“Pastii”
“Maaf ya… ka…..”



Telephone putus dengan tiba-tiba.

3 bulan kemudian, aku dapatkan sebuah info bahwa aku harus pergi ke sebuah taman yang aku tau entah kenapa dan ada apa. And aku melihatmu disana. Kamu menghampiriku dan nyatakan perasaanmu padaku. Cause I love you

Komentar