RELA



Jangan tanyakan berapa lama lagi matahari untuk bersinar, dan jangan tanyakan seberapa banyak bintang di angkasa karena dengan ini kita hidup dan dengan ini kita bisa lihat betapa indahnya dunia.  Kemarin kau tepat duduk disebelahku, di bangku taman ditengah kota yang ramai tapi rasanya aku hanya mendengar hembusan angin dan suaramu dibawah langit gelap yang diterangi oleh bintang-bintang. Aku tahu kau diam, aku pun diam tapi aku lebih tahu bahwa hatimu berbicara banyak pertanyaan yang kau lontarkan entah kepada siapa.

Bersandar pada bangku taman yang terbuat dari besi yang dingin terhembus oleh angin malam yang membelai lembut, matamu tak pernah lepas dari langit itu seakan kau ingin memilikinya. “Langit malam ?”. Aku menatapnya layaknya dia menatap langit itu dengan hati dan jiwanya. “Ia, dimana taka da batasan ataupun perbedaan. Yang gue lihat!”. Ia menyadari bahwa aku disampingnya dan menatapnya namun ia tak sepertiku.

“Gue suka langit malam, tanpa terhalang oleh awan hitam!”. Aku pikir dia tidak akan menoleh kearahku. “Jadi…”. Ia memotong perkataanku dengan menatap kearahku, “Bukan berarti gue gak suka putih!”. Kembali menatap langit malam yang indah malam ini. Mata yang tadi menatapku rasanya seperti bulan purnama dengan sayup-sayup suara jangkrik yang indah untukku.

Dia, orang yang istimewa untukku seperti dia yang mengistimewakan langit malam. Aku tak perduli apapun keburukkanmu tidak seperti kau membenci langit malam saat mereka terlihat kurang bersahabat, dan aku seperti kau menyukai langit malam. Kamu tak dapat mendapatkan langit malam seperti aku tidak akan mendapatkanmu.

Aku sudah merasa cukup nyaman dengan semua ini, walaupun terkadang kau sering bicarakan gadis-gadis lain denganku, bicarakan hal-hal lain yang kau anggap menarik bagimu. Aku akan terus menerus jadi penggemar rahasiamu, yang terus memimpikanmu, mendambakanmu, dan terus memahamimu. Tapi, aku tak akan pernah lupa dengan tujuanku. Seperti katamu, “Walaupun gue menyukainya, gue bakal terus berjalan dan terus gapai mimpi-mimpi gue !”.

Aku siap jadi temanmu, walaupun aku harus rela menghabiskan waktu istirahatku untuk hanya menemanimu melihat langit yang ingin selalu kau lihat kecuali saat mereka terlihat sangat gelap, karna kau membencinya. Dan yang terpenting kau hanya harus tau aku selalu ada untukmu disaat apapun, karna tak ada hal yang lebih indah selain berada didekatmu dan mendengar suaramu ditengah hampanya malam yang hanya ditemani oleh bunyi-bunyi kendaraan yang lalu lalang.

Karna tak ada alasan untuk tersenyum disampingmu.



Komentar