Seandainya Bisa Terulang



Waktu berjalan terus, walaupun aku menghentikanya atau mendorongnya aku akan terus terbawa maju olehnya. Sekarang adalah apa yang sedang terjadi, dan 1 detik dari sekarang adalah masa depan yang tidak bisa ditebak. Dan malam ini adalah malam-malam yang hampir sama dari yang biasanya aku lewati , dan entah mengapa aku merindukanmu, sosok yang 3 bulan ini menghilang dari terakhir kita bertemu dimalam tahun baru yang tak kusangka. Bayangmu, suaramu, wajahmu memang selalu datang tiap waktu saat aku benar-benar membutuhkanmu. Namun, sayangnya sosok dirimu hanya hadir pada sebuah pesan singkat yang tak berujung dan tak seluruhnya mengobati rasa rinduku padamu.

Sosokmu yang dulu menjadi penghiburku, sosok yang selalu ada disaat yang aku butuhkan tanpa harus aku katakan. Sosok yang kian kemari bertambah berubah, semakin cuek, dan semakin susah dicari. Entahlah, perasaan apa yang sering membayangiku ketika diam-diam aku merindukan mu, dan segalanya tentangmu. Tanpa aku sadari semuanya aku genggam dan aku simpan pada tempat yang seharusnya di isi oleh sosokmu, namun yang tersimpan hanya hal-hal kecil yang terdapat di dirimu, bukan sosokmu.

Malam ini, dimana semuanya sunyi, bertemankan sinar laptopku dan suara jentikan keyboard yang kutekan. Dan masih, masih, masih kau masih ada dipikiranku selama ini, selama apa yang tak bisa aku jelaskan, sebanyak kata yang pernah tertuliskan, dan sesulit bahasa yang tak pernah kau dengar. Malam ini juga aku mengingat kata-kata yang sering kau kirimkan padaku, kata-kata yang membosankan untukku karna kau selalu mengirimkannya padaku. Kata-kata yang selalu kau ulangi, kehabisan kata-kata dan berakhir dengan pesan menggantung bila aku tak menutupnya dengan ucapan salam. Sebenarnya aku ingin marah, aku ingin benci, aku ingin kesal; namun lagi-lagi aku tak bisa lalukan itu padamu.

Aku ragu untuk tanyakan perasaan mu padaku, karna aku pun tak dapat jelaskan perasaaku padamu. Kita memang sudah dekat selama  1 tahun sebagai seorang sahabat bahkan lebih, jadi mungkin sedikit sulit untuk ucapkan kata-kata indah itu dan yang terucap adalah kata-kata yang berbeda  dengan tujuan yang sama namun bisa berarti ganda.

Aku sudah cukup lama mempersiapkan tempat untukmu, aku hiasi, aku tata dengan baik ditempat yang semestinya, tempat yang cocok untukmu dihatiku. Tapi entah kenapa ? kau tak ingin. Pergi tanpa kata bahkan penjelasan, apa harus aku yang tanyakan padamu ?. kau malah pergi keluar sana, tapi, semua ini tak dapat aku tebak, bahkan isi hatimu yang selalu berbeda. Jika kita sama, perasaan ini, kenapa kamu begitu cuek dengan segala usahaku , kata-kata yang aku buat tak dapat meresap kedalam hatimu.

Dan malam  ini pula, aku mencoba sabar. Atau bahkan akan tinggalkanmu sebagai seorang kekasih dan berjalan tepat didepanmu atau dibelakangmu, yang siap membantumu disaat apapun. Jangan ragukan aku sebagai seorang sahabat yang selalu menemanimu jika tempat tepat disampingmu sudah terisi oleh gadis yang kamu pilih untuk duduk, dan menetap disana untuk waktu yang cukup lama. Apapun yang kamu pilih dan apapun yang terbaik dan dianggap baik sama kamu aku pasti selalu dukung kamu disini, dan doaku selalu menyertaimu.

Dan seandainya bisa terulang apa yang indah dan mampu membuat tersenyum, aku ingin sekali mengulangnya.

Komentar