Jadi Bidadari ? Dihati Siapa ?


Waktu tak akan terus seperti ini, ada saatnya untuk terus berjalan kedepan dengan pertumbuhan yang semakin lebih baik; jika aku bisa. Pelajaran hidup yang selalu aku dapatkan dan aku lewati ajarkan aku untuk menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Dalam hidup adalah sebuah  perjuangan tentang menjaga dan tetap mempertahankannya.


Dan ini salah satunya, Cinta. Aku memang tak dapat melihatnya secara utuh, aku hanya dapat melihatnya dalam kisah cinta  mereka yang sering kali mereka ceritakan padaku entah itu kebahagiaan merreka ataupun masalah mereka. Aku hanya dapat mengartikannya dari sisi lain sebuah hubungan yang sering kali terselip dalam kata-kata mereka atupun kejadian yang mereka alami.

Apa aku terlalu pesimis ?. Rasanya aku hanya sebuah titik dunia yang hampa, sebuah tanda dibumi. Seperti sebuah benda yang berada dalam sekumpulan manusia yang memiliki cerita mereka masing-masing yang sangat beragam, yang dapat aku lihat, yang dapat aku rasakan dari cerita mereka, yang dapat aku terrjemahkan. Namun, disisi lain aku hanya dapat melihat mereka seperti aku melihat sebuah film yang begitu manis, sedangkan aku ? aku hanya sebuah kenyataan yang begitu pahit.

Mereka (laki-laki) menganggapnya (perempuan) seperti seorang bidadari yang temani hidup, beri warna dalam hidup dan jadi penyemangat dalam hidup. Pernah rasanya aku rasakan anggapan orang seperti itu padaku, tapi begitu lama rasanya sudah terlupakan bagaimana rasanya begitu dibanggakan dan begitu dipuji oleh orang yang kita sayang.

Rasanya aku hanya seorang manusia kecil yang dikelilingi oleh orang-orang bersayap yang memiliki cinta yang sejati ataupun cinta yang hanya sesaat. Melihat mereka yang nahagia karna cinta, yang bertengkar karna cinta. Ingin rasanya jadi bagian dari kebahagiaan cinta itu sendiri yang dapat tersenyum, tertawa, menangis, bertengkar atau bahkan cemburu. Ingin rasanya dapati sebutan itu dari sosok-sosok diantara mereka yang memiliki cinta yang dapat seutuhnya aku miliki, bila mana aku dapay mencicipi cinta yang entah pergi dari hidupku.

Kata-kata yang pernah rasanya biasa saja, setelah cinta menyihirnya semua terasa begitu istimewa. Ingin rasanya alami lagi, namun waktu sedang tak berpihak padaku, ingin rasanya dapatkan sebutan “Bidadari” namun tak  ada satu orang pun yang mencoba mengetuk pintu hatiku atau bahkan jadi teman dalam kegelapanku, seakan aku terlihat namun tak pernah terlihat bagi mereka (laki-laki). Apakah benar  tak  ada satupun  tempat yang dapat aku singgahi? Sebagai tempat aku berlindung dari cinta yang salah, tempat yang dapat selamatkan aku hingga akhir nafas hidupku. 

Semoga masih ada ruang kosong dalam hati seorang yang akan membawaku terbang kekebahagiaan yang sempurna, saling melengkapi, saling berbagi dan saling menggenggam untuk sama-sama berjalan menuju syurga. Semoga masih ada orang-orang yang mampu mencintai dengan tulus.

Komentar