SAYAP-SAYAP YANG PATAH

Wangi tanah semakin dapat aku hirup dengan jelas saat ini…
Mata yang lebih sering melihat betapa anehnya saat kaki menjadi penuntun jalan
Satu dari bagian mereka yang telah terbiasa dengan ini
Begitu sulit untuk berjalan dengan benar

Mereka bilang semua orang pernah alami
Pernah merasakan rasanya diasingkan dari langit
Jatuh tiba-tiba, dan menetap sampai batas yang tidak diketahui
Matanya berbinar, pecah, bagai kaca yang hancur lebur


Tanah yang begitu lembut dari awan
Tanah yang begitu menusuk dari pada panah sang pemanah
Sekarang, awan yang lebih lembut dari kapas
Awan yang lembut seperti belaian angina

Darah yang pernah terteteskan, lenyap
Kebisingan tulikan pendengaran
Luka-luka yang terbuka masukkan berjuta kuman
Luka-luka yang terkoyak begitu perih

Berlari saat kaki-kaki kaku begitu kaku
Sempoyongan tahankan luka yang meluas
Tegarkan wajah yang meringis
Kokohkan yang pernah tergoncang, namun gagal



Mereka bilang sayap akan segera sembuh
Mereka bilang tak perlu waktu yang lama
Mereka bilang ini wajar
Namun rasanya aku yang terparah

Sayap-sayap yang dahulu rasanya sempurna
Sayap-sayap yang dahulunya indah terbentang
Sayap-sayap yang  dahulunya selalu aku jaga
Terlalu mudah untuk mengingkarinya

Sayap-sayap yang sekarang sudah terlanjur patah
Sayap-sayap yang sekarang sudah terlanjur luka luas
Sayap-sayap yang sekarang begitu rapuh
Begitu sulit untuk seperti biasa

Sayap-sayap yang sulit terbentang ini
Memaksa kaki kaku untuk gantikan
Begitu sulit untuk terima
Sayap-sayapku yang patah

Kuman-kuman yang masuk dan menetap
Akan tinggal cukup lama
Tinggal untuk waktu yang selamanya
Racuni tiap darah yang mengalir ditubuh ini


Rasakan langit yang biru, tiak mungkin
Rasakan angin yang lembuat membelai, begitu sulit
Karena sayap-sayap patah yang parah
Begitu sulit untuk terbang dan bebas

Berharap aku dapat lagi kembali
Terbang di langit bersama angin membelai lembut
Saat sayap-sayap yang patah ini benar-benar sembuh
Saat sayap-sayap yang patah ini berfungsi membuatku terbang kembali

Komentar