I Remember



Malam ini terasa sungguh aneh untukku, seakan dikamar ini barang-barang menatapku aneh.  Aneh, tentunya saat orang yang akhir-akhir ini datang walau sekedar untuk menyapaku dan berlanjut dalam conversation yang mengasikkan. Kau yang akhir-akhir ini tak pernah lupa untuk mengabariku disetiap pergantian waktu yang sangat signifikan, membuat aku tersenyum karna memang sangat lucu saat aku tuliskan bahasa Jepang sehingga aku harus bertanya arti dari kata itu dan, hingga aku terbiasa dengan kata-kata yang sering kau kirim.

Flashback for a second!.  Aku ingat saat lelaki itu yang selalu menjadi yang paling aku benci karena ke-jailannya dan ke-konyolannya, dan mungkin akulah yang menjadi korban yang paling ia senangi. Yap! Dia adalah sosok laki-laki yang paling di bully saat SMP dan sebagai gantinya ia pun sering mem-bully orang lain, laki-laki yang sering dijadikan bahan lelucon di kelas. No! This is don’t need a second, this is need a hour. Maybe. Laki-laki yang pernah mencubit pipi-ku, Hidung-ku yang selalu jadi bahan ejekkannya padaku dan terkadang dapat menghiburku.

Sudah hampir setahun, aku tak berjuma dan betatap mata dengannya namun masih dapat bersyukur dapat terus berkomunikasi dengannya. And that boy give me some word, simple but romantic for me.

 For the first time!

“The time feels like stop..
Every time I see you smiling…
When I know there is a hope…
For me to catch your love…
Your smile shine like a sun…
Which brought me to standing to hear…
    Dear, did you hear ?
All my soul and mind  wit for you here…
The feels killing me…
Can’t wait anylonger for you to love me…
I’ll protect ven if I have to be liar…
My verification of the deepest love affair J


I don’t know why you give me that words, dan rasanya kau menyimpan apa yang sebenarnya tak pernah aku tebak sebelumnya  dan perasaanku semakin tak karuan ketika aku resapi apa yang kau kirim lewat pesanmu aku mengerti semua. Rasanya tak ingin mengabaikanmu, menyia-nyiakanmu. I know love is to combine that different to be one, but I can’t. Aku tau sepertinya kau rela melepas agama-mu yang sekarang, yang pasti aku tau keluargamu akan sangat kecewa.

And second words you give!.

                “Kalau boleh ananda tau kenapa dirimumurung dan bersedih ?
                Tidakkah kau lihat ke langit malam yang kelam menjadi murung mewakili kesedihanmu ?
                Apakah gerangan yang mampu membuat sang dewi tercantik dari Nirwana menjadi bersedih?”

OMG!!  Wanita mana yang tak tahan mendapat kata yang mampu menggetarkan jiwanya, seperti tersambar listrik yang mampu membuat jantungnya berhenti sejenak. Dan aku salah satunya, I like poetry, and so much if someone give me romantic words. Entah kenapa aku suka kata-kata romantic walaupun itu bukan untukku setidaknya dapat menyamankan hatiku.

Laki-laki yang tahu tentang isi hatiku, hatiku malah telah tersimpan untuk orang yang tak pernah menyadarinya. Laki-laki yang rela sakit demi melihatku bahagia, thanks for everything you give. Terima kasih atas kata-katamu yang indah untukku, I’ll save your words  in my mind and my notebook and someday I can remember that. Malam ini, aku hanya dapat berharap dan berdoa untukmu dapat bahagia dengan cinta sempurna yang kelak dapat kau miliki bersama gadis yang telah ditakdirkan-Nya.

Malam ini, semuanya membisu seakan hanya dapat mengekspresikan apa yang mereka rasakan, dan termasuk aku. Untuk laki-laki yang dulu sangat Childdish itu semoga kalu selalu grow up and you can fly in the sky like your dream. Dan ini, aku, gadis yang selalu di cap seperti “Malaikat” yang sebenarnya gadis biasa akan terus menjadi diriku sendiri, berjuang, mempertahankan apa yang telah aku dapatkan, mengejar cita-citaku dan pada akhirnya akan menemui titik dimana aku akan terus tersenyum selamanya. Aku akan selalu ingat dengan orang yang paling konyol dalam hidupku, yang dulu sering mengusik hariku dengan ejekanmu. :)




Komentar