Mulai Diam Untuk Mencintaimu










Makin hari semakin aku jarang mendapat apa yang aku harpakan, walaupun hanya sekedar pesan singkat yang terlalu singkat darimu. Setiap sepuluh detik aku mengecek, tak ada namamu yang pernah hadir dan muncul dilayar handphone-ku, aku mulai merindukan hal itu yang selalu aku dapatkan darimu. Berkali-kali kau sakiti tanpa kau tau, aku dapat memaafkanmu . kau sakiti ? rasanya aku saja yang terlalu luluh saat aku mencintaimu.

Senyum yang terakhir aku lihat, tawa yang terakhir  aku dengar, kata indah yang terakhir yang aku simpan, ternyata berubah untuk waktu yang cukup cepat manurutku. Bahkan kau semakin sibuk dengan duniamu yang baru, apakah ada wanita yang telah menggantikan tempatku dihatimu sedangkan tempatmu dihatiku kini telah lusuh dan berdebu  karena satu hal yang sampai sekarang tak aku tau tentang perasaanmu yang sesungguhnya.

Aku terlalu terbuka tentang perasaanku padamu, hingga rasanya aku begitu geli dan muak dengan apa yang telah aku ungkapkan padamu. Sedangkan responmu hanya kata-kata yang dapat ku hitung dengan jari dari balasan kata yang ku buat seindah dan sepanjang mungkin, sebenarnya aku rindukan dirimu yang dulu, yang tiba-tiba datang di malam yang sunyi dan membuatnya seindah dan senyaman mungkin.

Bodohnya aku ini! Dia hanya menganggapku sahabat! Sedangkan aku ? aku mengangap apa yang ia lakukan semuanya istimewa untukku, rasanya aku yang terlalu berlebihan. Rasanya tak ada lagi senyum saat kau membaca pasan yang aku kirim, rasanya taka da lagi rasa senang saat namaku tiba-tiba muncul dari layar handphonemu, rasanya tak ada lagi rasa menggebu saat kau membalas pesanku; dan rasanya rasamu telah hilang untukku. Sekarang jarak kita semakin jauh, ketika handphone yang pernah kita buat untuk saling terhubung sering kau abaikan. Apakah aku salah? Salah mencintaimu dan cukup terlambat untuk ini? Dan lagi-lagi aku harus yang tersakiti.

Aku tau kau sibuk dengan segalanya, tapi tidakkan kau tau aku lebih memikirkanmu lebih dari kau memikirkan ku. Sekarang kau tak menganggapku special bukan ? aku tau itu, kau tak pernah mencoba menghubungiku disaat kau sibuk. Aku bukan lagi bidadarimu. Aku kecewa! Kecewa pada perasaan ini, bagaimana bisa mencintai orang yang menganggapku hanya sekedar sahabat dengan ketidak perduliannya. Aku ingin mengungkapkan apa yang aku rasa, rasanya tak cukup 1 pesan terrkirim, butuh beberapa paragraph untuk jelaskan apa yang aku rasakan, dan akan cukup sakit saat apa yang telah ku buat dibalas dengan kata-kata singkatmu yang rasanya tidak memperdulikan apa yang aku rasa.

Tapi entah mengapa, aku masih ingin bertahan. Mempartahankan rasa ini untukmu. Ingin rasanya tuliskan apa yang aku rasa untuk yang terakhir kalinya kau ketahui, walaupun sama sekali kau akan membiarkan aku pergi dengan mudahnya karena tak sama sekali kau mencintaiku.  Sekarang biarkan aku mencintaimu dalam diam, diam-diam mengagumimu, diam-diam mencari tau tentangmu, diam-diam memberi perhatian denganmu, diam-diam untuk menyimpan apa yang aku rasakan padamu.

Aku masih diam dan tenang menunggu didepan pintu hatimu yang sepertinya sudah tertutup untukku, walaupun aku diselimuti keraguan dapat mengisi tempat special dihatimu aku akan tetap disini dan tunggu hingga kau sadar itu. Aneh.  Demi persahabatan kita yang sudah terjalin jauh sebelum perasaan ini ada akan aku usahakan, sedangkan rasa cinta ini yang baru hadir akhir-akhir ini dan semakin hari semakin kuat akan aku sembunyikan darimu. Walaupun aku tak akan jadi alasan mengapa kau tersenyum dan tertawa yang special untukku, walaupun itu pernah aku miliki. Itu dulu.

Aku tak ingin membuatmu geli dan jijik denganku, dengan kata-kata romantic yang aku berikan. Kau yang akhir-akhir ini memudar dalam hidupku, aku akan lakukan hal yang sama tapi, aku akan selalu ada ketika kau butuhkan aku. Dan maafkan jika di blog ini, status Facebook dan Twitter-ku  selalu menjurus kearahmu, aku terlalu tak bisa memendam apa yang aku rasakan; terutama kesakitan cinta. Bahkan kau tak dapat hargai air mata yang  sangat sering terjatuh dan segala usahaku. Huft.. tak akan ada habisnya, tapi aku tak butuh kasian darimu.

Ok, aku akan rahasiakan ini darimu. Dengan bertopeng tidak memperdulikanmu, tidak memberi perhatian padamu,dan lupa dengan apa yang aku rasakan padamu.  Aku tidak mau dibilang egois, mencoba mencintaimu dibalik ketidak perdulianmu, mencoba mempertahankanmu dibalik cinta yang tidak pernah tumbuh lagi didalam hatimu. Aku hanya ingin kau tau, dan aku sudah lakukan itu. Aku Cuma ingin menyatakan walau sebenarnya tidak ada tanggapan yang berarti, yang terpenting aku sudah menyatakannnya.

Dari responmu yang rasanya mulai muak denganku, aku takut, aku takut semakin kehilanganmu. Aku akan menjadi orang yang munafik ketika aku belum sekali ungkapkan apa yang aku rasakan, ini bukan aku yang sekarang. Aku hanya ingin belajar untuk lupakan perasaan yang terlalu berlebih untukmu, dan entah kapan terlupakan perasaan ini. Dan aku….. akan terus mengangumi tanpa dicintai oleh sosok mu yang selama 7 bulan ini memenuhi otakku. Selagi aku masih dapat mencintaimu, aku akan mencintaimu sepenuh hati dengan ketidak perdulianmu yang nyata.


I STILL LOVE YOU…

Komentar