You Don't Care



Rasanya kamar ini membiru karenaku, pagi yang seharusnya cerah dan berkobar semangat harus layu dengan tetes air mata yang jatuh disisi-sisi mataku. Rasanya, hancur, kesemangatanku berubah menjadi rasa sakit yang sangat perih, seharusnya aku tak terlalu perdulikan ini dan kamu. Masih belum bisa hilangkan kamu dari pikiran dan hatiku. Aku adalah orang yang paling tak penting bagimu, harusnya aku sadar itu tapi entah mengapa rasanya hati ini selalu berpacu padamu sedangkan kau pergi sejauh-jauhnya. Air mata tak bisa aku tahan, walaupun sebenernya sudah banyak terjatuh untuk semua ini.

Harusnya aku menyayangkan air mata ini, terutama untuk orang yang tak pernah hadir disaat aku membutuhkannya. Tapi siapa bisa tahan saat hatinya benar-benar sakit. Hai hati! Katakan  padaku bahwa ini hanya perasaan sayang dan cinta yang sesaat saja, dan sadar bahwa dia bukan orang yang benar-benar aku butuhkan. Karena dia, tak dapat aku sentuh, tak dapat aku dengar, tak dapat aku lihat; di hanya bayangan semua yang mengganggu pikiranku.

Dia begitu cepat untukku kejar, begitu kuat untuk ku kalahkan, begitu dapat bahagia dengan sekelilingkan tanpa aku, aku ? tak bisa. Seharusnya aku bisa jalani hidupku tanpanya, bisa, walau beberapa menit dan kemudian mengingatnya kembali atau bahkan mengirimkannya inbox yang tak penting itu. Seharusnya alasan yang kemarin sudah cukup untuk aku jadikan keputusan untuk pergi dari sini, tapi lagi-lagi hati yang menjadi pemimpinku yang harus aku ikuti. Terkadang keliru, main logika sebenarnya perasaan yang harus main atau sebaliknya.


Dari foto yang tadi kau upload, air mata sekaligus senyum ku daratkan untukmu dan juga gadis yang disebelahmu. Air mata untuk gadis itu yang seharusnya aku dan senyum  untuk kebahagiaan dan senyumanmu di foto itu. Aku coba untuk relakan kebahagiaanmu walaupun bukan bahagiaku. Sebenarnya munafik, bukan, aku harus bilang cinta tak harus memiliki padahal dalam kenyataan aku sangat inginkan itu.

Air mata yang kesekian kalinya jatuh untukmu dan untuk hati yang selalu terluka karena moment yang terlalu tak mungkin untuk terulang. Air mata yang kesekian kalinya jatuh tanpa harus diperdulikan olehmu , tanpa perlu kau tau, tanpa perlu kau renungkan segala kesalahanmu yang tinggalkan aku disini. Terlalu melankolis menginginkan zaman dulu unutk datang kembali dan hadir diantara kita, segala senyummu dan tawamu.

Aku menangis karena aku benar-benar sakit, sakit melihat hati yang sudah aku jaga baik-baik ternyata harus hancur percuma hanya karena aku mempertahankanmu. mempertahankan orang yang tak pernah mempertahankanku, mencintai orang yang masih mennanda tanyakan perasaanya padaku, bertahan untuk orang yang selalu pergi, menunggu orang yang tak pernah bilang ingin pulang; dan aku masih mencintaimu dari kesakitan ini dan entah mengapa dari kesakitan ini aku berharap ada akhir yang indah.

Berpura-pura tak perduli, berpura-pura tak pernah menangis untukmu, berpura-pura aku baik-baik saja. Karena aku mencintaimu entah sampai kapan….
Air mata ini…
yang selalu terjatuh untukmu…
 tak usah kau perdulikan
Karena kau tak akan pernah memperdulikannya….
Betapa aku mencintaimu…

Komentar