Kamu Adalah "PERAN UTAMA"



Rasanya jari-jemariku tak pernah lelah untuk terus menari diatas notebook-ku ini, entah maupun pagi, siang, malam; selalu tentangmu. Sedihku tentangmu, senangku tentangmu, harapanku tentangmu; selalu tentangmu. Pernah rasanya tulisakan tentang orang lain selain kamu, tapi aku engga tau mengapa segalanya tentangmu itu selalu menarik untuk jadi peran utama dari setiap tulisan yang aku buat.

Aku engga pernah bohong tentang perasaanku, tapi ada alasan yang mendasari untuk tidak aku ungkapkan padamu. Aku suka matamu, mata yang dahulu kuliat bersinar diterba matahari sekarang terlihat bersinar manjadi bintang disetiap malam walaupun aku tak selalu melihatnya sekarang aku masih bisa melihatnya didalam hatiku.

Aku suka senyum dan tawamu, yang dulu pernah pecah tepat didepan mataku saat dengan mudahnya aku lihat saat matahari menderang memenuhi ruangan itu. Dan sekarang aku harus sedih, selalu melihatmu dalam kegelapan langit dan kegelapan hati ini. Aku ingin jadi sesuatu yang selalu kau butuhkan dan selalu ada dibola matamu saat itu juga, aku ingin jadi tempatmu berbagi senang atau pun sedih; aku rela.

Sebelum aku menulis ini, sudah beberapa tulisan telah aku buat. Bukan hanya tulisan tapi lisan yang terus berucap dihati rasanya tak akan pernah berhenti untuk terus bicarakan, tuliskan tentangmu. Maaf telah membuat hatimu sakit walaupun kau tak pernah mau mengakuinya, maaf telah terus mengharapkanmu dan mengeluh-eluhkanmu aku tau rasanya seperti terpenjara namun kau berontak dan pergi.

Kau yang selalu aku tulis dan menjadi pemeran utama disetiap tulisan, khayalan, dan mimpi-mimpiku. Aku tau saat seseorang menjadi awal dia pula yang akan menjadi akhir, namun apakah ini berbeda?. Kamu jadi pemeran utama yang hanya semu, tak pernah nyata untuk aku harapkan. Namun yang jadi pertanyaanku selama ini, selama aku menanti apakah aku pernah atau akan menjadi pemeran utama dalam khayalanmu, hidupmu dan mimpi-mimpimu?.

Pemeran utama dalam hidupmu? Apakah mungkin?. Sedangkan dalam diammu aku masih sabar menunggu, dalam dinginmu aku masih mencoba untuk tetap hangat, dalam ketidak perdulianmu aku masih mencoba untuk tetap perduli, dalam hilangmu aku masih mencoba untuk tetap disini; apakah aku pernah ternilai?. Pemeran dalam hidupmu? Apakah masih bisa?. Sedangkan kau tak pernah usahakan untuk tetap anggap aku ada.


Dari apa yang masih bisa kuingat hingga sekarang semuanya masih terlihat semu, entah kapan semuanya menjadi apa yang bisa kulihat, kurasakan, kugenggam menjadi nyata. Mengapa kita harus serumit ini? Dari setiap persamaan karakter kita, mengapa tak pernah kau baca dan memisahnya?. Haruskah aku tetesakan air mata didepan matamu pemeran utama? Figuran yang tak penting ini memohon padamu dengan cara yang sangat kampungan.

Pemeran utama dalam khayalanku dan dalam tulisanku ini, aku akan terus menulis scenario yang aneh tentangmu.  Tak perduli kau menyukainya, membencinya, atau mencelanya, aku hanya harapkan yang baik tentangmu. Pemeran utama dalam hati ini akan terus menjadi khayalanku yang rasanya tak pernah nyata, dan tak akan pernah.

KAMU ADALAH PEMERAN UTAMA DALAM…
HATIKU…
KHAYALANKU…
HIDUPKU…
DAN …
ENTAHLAH SAMPAI KAPAN

Komentar