Mudahnya



    Aku sempat percaya, sempat menyimpan perasaan, sempat teguhkan pada diriku bahwa kau penggantinya. Rasanya tak penah benar-benar untuk pergi dari tempatnya, saat aku mulai jatuh ditangan yang tak pernah kusangka datang dengan tiba-tibanya, rasanya tak pernah benar-benar memilih untuk pergi dari tempatnya.  Aku terlalu cepat untuk percaya, untuk percaya siapa pun yang datang sebagai penggantimu selagi pun dia hanya datang untuk sementara waktu.

    Aku pernah percaya bahwa tatapan istimewa itu hanya untukku, sedangkan dia menggunakannya kebanyak wanita selain aku. Aku sempat percaya nada suara lembut itu hanya untuk memanjakanku, sedangkan nada itu ia tujukan pada wanita selain aku, yang satu-satunya ia cinta. Aku sempat ke pedean  saat apa yang selalu aku anggap istimewa namun dimataku sederhana kau tujukan padaku. Aku tak ingin membenci pertemuan karena sebuah perpisahan, karena aku bersyukur pernah mengenalmu walau sedetik, pahamimu walau semenit, membacamu walau sejam, dan mengerti tentangmu walau sehari. Kamu tak pernah tau berapa lama waktuku untuk melupakanmu.

    Apa aku tak pantas? Dapatkan apa yang ingin aku miliki ?. Aku tak mungkin memaksamu untuk tetap disini sedangkan kau memilih untuk tetap pergi dan lupakan apa yang pernah ada diantara kita. Mengapa tak buat hatiku lega sedikit? Kau boleh saja pergi. Tapi tolong, sebelum kau pergi,  berikan aku sebuah alasan, pengertian dan sebab mengapa kau lakukan dan pilih ini sebagai jalanmu.  Pertemuan kita yang tak pernah aku sangka sebelumnya, menjadi awal yang indah sebelum semuanya menjadi kelam seperti apa yang pernah terjadi dalam hidupku.

    Aku tidak sepertimu yang mudah melupakan sesuatu, aku tak sepertimu yang mudah pergi dalam hidup seseorang. Aku terlalu perasa, terlalu perasa saat kau mulai hadir dalam kehidupanku. setidaknya kau mulain menjadi daftar terbaru dalam tulisanku yang tak penting ini, setidaknya aku sudah cukup senang telah mengenalmu walaupun tak butuh waktu banyak untuk itu, setidaknya aku belajar darimu. Belajar tentanng mempertahankan orang yang perduli denganku walaupun aku tak yakin dengan keperdulianmu terhadapku.

    Dengan mudahnya aku mengenalmu, dengan mudahnya aku dapat membaca dan mengerti tentangmu. Sedangkan kau dengan mudahnya pergi tanpa memberikan aku pilihan, tanpa memeberikan aku alasan yang tepat mengapa kau harus pergi ketika aku sudah nyaman dengan segala tentangmu. Aku pasti rindukan apa yang pernah kau berikan padaku, aku pasti rindukan sms yang sering kau kirim, aku pasti akan rindukan suaramu di telfon yang pernah isi waktu luangku. Tak perduli seberapa penting dan seberapa aku dapat kau ingat, aku pasti akan terus mengingatmu.

Komentar