Pertanyaan Yang Tak Pernah Terjawab



     Pagi memang terkadanng indah dengan matahari pagi yang menyambut semangat mu untuk bangun, namun mengapa malam terkdang kelam? Kadang berbintang kadang pula ditutupi oleh awan hitam yang setia menyelimuti. Apakah kamu suka malam ? yang terkadang membawa kembali kemasa-masa yang yang kita mau. Aku suka banget loh, apalagi saat menjelang tengah jam malam. Sepi, damai, dan tiba-tiba aku rindu kamu. Perasaan yang pengen sekali aku rasakan terus menerus, memang kadang menyiksa tapi rasanya nikmat banget saat mengingat apapun  yang terjadi antara kita.

    Memangnya sekarang udah berubah banget ya ?. Aku rasa sih gitu… kamu udah beda banget sama yang dulu, apa kamu ngerasain juga  apa yang aku rasa ?. selama ini aku Cuma diam berharap kamu tau sendiri walaupun gak pernah berhasil untuk itu, aku gak mau jadi penghalang untukmu, untuk jalan yang kamu pilih. Apa aku kuat bertahan disini ? kenapa kamu gak pernah ngeyakinin aku untuk terus disini buat kamu ?, kamu gak pernah kasih alasan atau kasih aku pengertian dari semuanya padahal aku butuh banget.
 
    Aku memang sekarang tau banget kegiatan kamu sekaranng, kamu yang bilang sendiri kemarin. Dan aku tegasin sama diri aku sendiri bahwa aku harus percaya padamu, bahwa tak ada cinta yang lain selain aku, walaupun aku belum dapatkan penyataan yang benar-benar keluar  dari mulutmu. Apa kamu sadar pengorbananku ? aku buang semua gengsi ku untuk bilang yang pertama kali padamu, aku buang semua rasa malu ku untuk bilang aku cinta dan rindu padamu, aku usaha menyukai apa yang kau sukai. Aku sempat  malu, saat aku belajar apa yang kau sukai namun ternyata kau tak begitu menyukainya.

    Apakah kau pernah mencintaiku ? merindukanku ? memikirkanku ? seperti apa yang selalu aku lakukan. Maaf kalau aku terlalu jatuh dalam dan terlalu terlambat untuk mencintaimu, aku hanya wanita yang ingin dimengerti , diperhatikan, diberi kabar, diberi kasih sayang. Apakah aku tak pantas untukmu ? tak pantas dapatkan perhatianmu, cinta mu, sayangmu, pengertianmu? Apakah aku terlalu …  mengapa ? mengapa kau tak berikan jawabanya padaku ?. Apakah aku harus beritahu padamu berapa kali aku meneteskan air mata untukmu ? rasanya itu terlalu berlebihan dan rasanya kau tak akan perduli, bingung apa yang harus kau lakukan bukan setelah kau tau semuanya.

   

Komentar