Aku Pikir Kita Sama



Ada satu hal, yang selalu aku jadikan alasan mengapa rasanya aku tak pantas untuk orang sepertimu. Seperti aku hanyalah orang miskin yang mendambakan seorang pangeran kerajaan, yang rasanya tak akan pantas dan tak akan mungkin. Dan aku tak akan seberasil Kate Middleton yang dari kalangan bawah menjadi kalangan atas lalu dapat membuat pangeran William jatuh hati padanya, itu sangat tidak mungkin.

Memang benar perbedaan mempersatukan segala perbedaan, tapi terkadang perbedaan juga yang meretakkan segala kesatuan. Dan itu berlaku dalam cinta. Awalnya selalu aku anggap kita sama, entah dalam apa, tapi rasanya saat bersamanya semuanya menjadi indah. Dan awalnya, saat bersamanya. Aku, dan dia menjadi satu oleh karena itu aku nyaman dekat dengannya.

Ya, aku tau kita sama-sama dibawah langit yang sama. Kita menginjak kerak bumi yang sama. Kita menghirup udara yang sama. Kita… sama-sama ciptaan Tuhan, dan yang berbeda adalah kita tak punyai komitmen. Sama sekali. Aku tau seharusnya karena perbedaan, kita bisa saling melengkapi. Tapi bukan berarti bila menjadi sama kita tak bisa saling melengkapi dan mencintai.

Dan saat aku merindukan kesamaan aku membenci perbedaan, perbedaan tempat berpijak kita sekarang. Ya walaupun sama-sama di bumi, perbedaan waktu dan situasi itu yang membunuhku. Aku pikir kita yang sama lebih kuat dari pada mereka yang berbeda, ternyata aku salah, nyatanya cinta memang tidak selalu berpihak pada kita. Dan kita harus pergi dari sini. Walaupun banyak waktu untuk merubahnya.

Komentar