Jingga Senja

Biarkan peluh jatuh sebagai penutup kerja keras
Meremukkan setiap tulang perlahan
Menghujam hati yang mulai rapuh
Bagai langit yang menjingga
Yang kemudian dimakan kelam
Jangan tanyakan kenapa ia pulang
Karena ia pulang kemana ia harus pulang
Menyusuri tiap jalan yang berduri penuh dengan kesakitan
Tapi ia kuat...
Matamu yang begitu meneduhkan
Jiwamu yang begitu membuatku merindukanmu
Tapi perjalanan begitu jauh
Menembus waktu yang berputar
Melangkah menuju ujung dunia
Berharap ujungnya berada tepat dihatinya
Ia hanya ingin pulang kerumah
Ketika jingga telah menghiasi langit dengan keteduhannya
Ketika jingga begitu membuat burung-burung berterbangan menuju arah pulang
Sebelum kegelapan melenyapkanku
Bagai matahari yang harus tenggelam untuk mencari rembulan
Sebelum ular-ular melumpuhkan kekuatanku yang akan merangkak
Wajahmu bagai penggabungan antara matahari, rembulan dan bintang
Rindu yang menumpuk setinggi langit hati
Bahkan langit hati marah dan menurunkan hujan dari sudut mata harapan
Tuhan menganugrahi aku dengan cinta-Nya
Tuhan menganugrahi aku untuk mencintaimu tanpa batas
Tuhan terima kasih untuk kekuatan ini
Terima kasih untuk rasa ini
Sesungguhnya tidak ada yang boleh melebihi cintaku pada-Mu
Karena waktu akan melenyapkan jingga yang kemudian akan menjadi malam yang panjang
Malam yang terhiasi rembulan dan bintang

Komentar