Pengagum (Rahasia)




Detik tak pernah menepi pada salah satu nomor yang ia sukai, dan detik tak pernah mau untuk terus berjalan kecuali; ia telah lelah atau  waktunya telah habis. Dan begitu pun hidup, ia akan terus berjalan kearah depan bukan belakang sampai ada saatnya untuk menghentikan beberapa hal. Bukan Berhenti, Hanya saja terus menjalani menggunakan jalan yang baru dengan hal yang baru.

Saya menemukanmu pada saat detik terasa melambat, namun rasanya  langkahmu begitu cepat. Saya pikir ketika detik memelan langkahmu akan ikut pula memelan; Saya salah.  Saya menemukanmu pada saat-saat tertentu saja, bukan setiap saat atau bahkan setiap detik. Tapi saya begitu bersyukur ketika dapat melihatmu hampir setiap hari.

Dibalik jendela kaca yang tembus pandang, dirimu terpapar matahari tentram  dan langit yang sebentar lagi akan men-jingga. Dibalik keramaian yang menghalangi, seberkas pelita yang melintas begitu cepat kemudian lenyap lagi. Melintas saat suara Azan memanggil.

Saya cukup mendengar banyak hal baik tentangmu, terutama cintamu pada ALLAH SWT. Sosok laki-laki yang begitu mengagumkan dengan kesederhanaannya, padahal saya belum tau semuanya. Tapi saya pikir dirimu laki-laki baik, sopan santun dan dewasa. Hanya satu yang saya bisa, yaitu menatapmu dari jauh tanpa pernah mendengar suara yang keluar dari bibirmu. Saya pasti akan sangat terpukau ketika Saya mendengar suara takbirmu  dari balik kain hijau yang membatasi di Musholla.

Lagi-lagi menjadi pengagum (rahasia) yang diam-diam melirik dari jauh, yang diam-diam memikirkan, yang diam-diam menyapa dalam hati, dan diam-diam me-Like statusmu. Dan dirimu adalah seorang imam yang baik dimasa depan, Aamiin.

Komentar