AFORISME CINTA (Kahlil Gibran)




Setiap pemuda selalu ingat akan cinta pertamanya, dan mengenangnya kembali dilain waktu. Kenangan yang mengubah perasaannya yang paling dalam, dan membuatnya bahagia meski misterinya memang sangat menyakitkan



Sepasang hati yang bersatu di tengah kesunyian tidak akan dipisahkan oleh kejayaan dan kebahagiaan. Cinta yang dibersihkan oleh air mata, niscahya akan menyisakan kemurnian dan keindahan  yang abadi



Siapa pun yang pernah dibakar dan dibasuh oleh linangan air matanya sendiri, niscahya akan senantiasa hidup dalam kesucian abadi. Ketahuilah cinta yang disucikan dengan cucuran airmata, niscahya akan senantiasa berpijar dalam ketulusan dan keindahan



Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah anak kecocokan jiwa dan jika itu tidak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun, bahkan milenia



Cinta adalah sebuah kata bercahaya, ditulis oleh tangan cahaya dan pada malam cahaya



Cinta laksana sumber air keabadian yang senantiasa mengalirkan kesegaran kepada jiwa-jiwa yang kehausan



Cinta tidak menyadari kedalamannya sampai ada saat perpisahan



Cinta laksana anggur lezat yang terasa hangat manis di bibir, yang sanggupmemberikan kehangatan kepada tubuh, namun juga tak jarang menyamaikan kemabukan



Cinta hanya diberikan kepada keindahan, bukan diminta


Cinta yang tidak memperbarui dirinya setiap hari akan menjadi kebinasaan dan akhirnya menjadi perbudakan



Cinta merasuk ke kedalaman jiwa kita bukan lantaran keinginan kita sendiri, melainkan atas kehendak Tuhan



Jika ahli kimia dapat menyarikan dari bagian-bagian hatinya rasa kasihan, hormat, damba, kesabaran, sesal, kejut dan maaf, dan menjadikannya satu kesatuan, maka dia telah menciptakan sebuah atom yang disebut cinta



Cinta adalah satu-satunya kebebasan diatas dunia ini, dia mengangkat jiwa begitu tinggi, yang hokum-hukum manusia dan kenyataan alam tak akan dapat mengubah arahnya atau merintangimmya



Cinta berlalu di depan kita, terbalut dalam kerendahan hati; tetapi kita lari darinya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namany



Cinta yang berselimutkan hawa nafsu, tak ubahnya dengan dahaga yang tak pernah menemukan pemuasannya



Cinta yang menyambangi hati manusia dalam kenyataanm jauh lebih mulia ketimbang kearifan yang tersimpan di sudut-sudut biara yang tak nyata



Impian dan cinta akan senantiasa saling memberi dan menerima antara yang satu dengan yang lainnya, sebagaimana yang dilakukan matahari sewaktu mendekati malam dan bulan menjelang pagi



Cinta adalah suatu tabir antara pencinta dengan yang dicinta



Manusia tidak akan mreguk aroma cinta sebelum ditelan oleh kenestapaan, diusik oleh kehilangan dan diuji oleh kesabaran dan kekalahan yang menyesakkan dada



Cinta dan kehampaan dalam diri bagaikan pasang dan surut air laut



Setiap laki-laki mencintai dua wanita; satu adalah ciptaan imajenasinya, dan yang lain belum lagi dilahirkan



Pecinta memeluk yang ada di antara mereka, bukannya saling memeluk diri mereka



Cinta dan kesunyian yang bersemayam dalam wujud kita, taka da bedanya dengan air laut yang pasang dan surut. Ketahuilah, cinta tak akan pernah sekali pun mengetahui tingkat kedalamannya, bila ia belum diterkam oleh perpisahan



Cinta datang dalam bentuk yang berbeda. Terkadang cinta datang dalam wajah kearifan, terkadang datang dalam wajah keadilan,m dan seringkali tampil dalam wajah harapan



Cinta dan kesangsian tidak pernah berbicara satu sama lain



Cinta yang tidak selalu bertumbuh akan mati

Komentar