Anugrah Terindah (Jingga)









Selalu ada saatnya, saat pagi berjalan menjadi siang, lalu siang menjadi sore dan sore menjadi malam; terus berputar dan terus terulang. Begitupun yang aku rasa pasti sama dengan manusia lainnya yang tinggal didunia ini, namun aku yakin pasti ada hal yang berbeda entah itu perasaan, pandangan hidup ataupun pemikiran masing-masing.

Entah kapan semua ini bermula, ketika aku sadari ada saat yang paling teduh dan nyaman selain saat hujan datang. Ada saat paling tepat untuk membuka pintu hati yang terlalu penuh sesak dengan perasaan yang tidak jelas; tentu saja Jingga menurutku. Ketika matahari perlahan mulai turun dengan sinarnya yang begitu indah.

3 bulan terakhir ini aku mengagumi Jingga, terlebih melihat Jingga ketika berada di Danau Ranu Kumbolo di kaki Gunung Semeru. Mungkin ini karena melihat film 5CM yang menunjukkan keindahan danau tersebut dan aku pun mulai mencari foto kala Jingga menghiasi angkasa tepat diatas Ranu Kumbolo. Namun itu terlalu tidak mungkin karena aku tepatnya berada di Tangerang dan tak cukup berani dan tak cukup umur untuk pergi kesana.

Jingga disini tak selalu indah karena tepatnya sekarang adalah bulan dimana musim hujan akan mengambil alih langit dan terkadang membuatnya hitam kelabu, namun terkadang Allah izinkan aku untuk melihatnya dengan penuh rasa kagum. Aku yang masih duduk dibangku SMK yang memulai proses belajar mengajar dimulai pada pukul 12:00 siang ini tentu banyak waktu untuk melihat Jingga yang indah. Terutama ketika pulang sekolah melihat langit Jingga Senja dijalan.

Jingga…Jingga… Jingga

Hidup akan selalu sama, tak ada selain pagi, siang, sore dan malam. Dan perbedaannya terletak disini. Ketika aku menemukan sosok yang entah begitu membuatku terkagum-kagum tanpa pernah aku mengerti, mungkin ini juga sudah pernah aku alami karena aku lebih sering menjadi SECRET ADMIRE kepada orang-orang yang sebenarnya tak ku mengenalnya.

Aku memang tak pernah benar-benar mengenalnya bahkan benar-benar tak mengenalnya secara jauh. Karena sekali lagi aku hanya SECRET ADMIRE.  Yang diam-diam memperhatikan, yang diam-diam mengagumi, yang diam-diam tersenyum saat mengingatnya dan diam-diam mencari tahu tentangnya. Walaupun sebenarnya aku memang orang yang diam dan tak ingin semua orang tahu tentang apa yang aku rasakan.

Aku melihatnya hanya ketika Senja mulai terlihat dilangit dan ketika suara indah Adzan terdengar memanggil  saat bell istirahat berbunyi. Mungkin ini yang dinamakan anugrah terindah Allah SWT yang sering terabaikan dan terkadang lalai untuk melaksanakannya. Aku sangat-sangat mensyukuri anugrah nafas, sehat, dan kebahagiaan yang selalu aku dapatkan dan saatnya aku untuk menyembah-Mu dalam 2 dan 3 waktu ini. 2 anugrah terindah yang pernah kulihat sekaligus dalam waktu yang hampir bersamaan.

Dia adalah sosok laki-laki yang hanya melintas sesaat seperti Jingga, yang begitu semangat secerah mentari pagi dan siang dan begitu gelap dan sunyi dalam kelesuan ketika punggungnya mulai hilang dalam pandanganku. Sosok yang sering melintas didepan kelasku, begitupun dalam pikiranku. Salah satu keindahan yang Allah turunkan sebagai manusia yang sempurna.

Dan tiba-tiba aku mengingat sebuah lagu lama dari Sheila On 7 yang berjudul Anugrah Terindah Yang Pernah Ku Miliki, namun sayangnya sangat berbeda dari maksut lagu tersebut. Karena sesungguhnya ia tak pernah aku miliki dan bahkan tidak akan. Tapi sungguh music dari lagu tersebut teduhkan hati seperti saat Jingga mulai datang mewarnai langit.

Jingga dan Dia. Dia yang selalu aku sebut “Jingga” meneduhkan segalanya seperti Jingga Senja yang meneduhkan beberapa hati dan pikiran orang.  “Jingga” yang aku kagumi akan seperti aku mengagumi Jingga Senja, 2 buah anugrah Allah SWT yang sepatutnya aku syukuri terutama perasaan ini yang telah dianugrahkan Allah padaku.

Tapi….

Not too much for me, Secret Admire.
 Because, I have rules. And will be bad if I break that rules.

Because, I’m Secret Admire

Karena anugrah terindah bagi setiap manusia adalah cinta, sehat, bahagia dan alam yang selalu bersahabat. Dan aku sangat-sangat bersyukur untuk itu.
Karena Jingga membuatku lebih mengakui kebesaran-Nya~

Komentar