Life World


Bagaimana caranya memahami dunia ? sedangkan aku masih mencoba memahami diriku sendiri, sulit rupanya. Sebagian orang sibuk dengan dirinya sendiri sehingga tidak memperdulikan orang lain, ada pula yang sibuk dengan orang lain ketimbang dirinya sendiri. Mungkin ini sebabnya sebagian orang menyukai malam, dengan ketenangannya yang membuat saat ternyaman; begitupun menurutku.

Ada satu hal yang membuatnya terasa sulit, yaitu menyeimbangkan semuanya yang ada. Padahal manusia punya batas lelah, tapi sekali lagi ini tentang hidup. Yang walaupun kita gak mau berurusan dengan rintangan kita pasti akan menghadapinya.

Aku tau rasanya keluarga tidak akur, perceraian, patah hati, penyesalan, kekalahan, sakit, pesimis, kehilangan, air mata, rindu, dikucilkan, dijauhi, diacuhkan, disakiti; aku merasakan semuanya secara tidak langsung. Apa ini yang akan membuatku kuat ? ya seharusnya begit, tapi ada satu hal yang tak bisa dipungkiri bahwa manusia memiliki batas untuk mengeluh dan berserah diri pada Allah.

Mungkin ini alasan kenapa aku benci film, yang isinya hanya bualan, yang isinya hanya scenario yang diciptakan melalui imajenasi yang tak nyata. Tapi terkadang, aku belajar dari sana sebuah kekuatan yang tersirat pada setiap film yang membangun diri, walaupun terdapat unsur yang selalu membuatku iri.

Setiap orang memiliki ceritanya masing-masing, begitupun teman-temanku yang rasanya cerita mereka lebih asik dari pada kisahku yang terkadang aku tak ingin membaginya. Karena aku tau, tak ada seorang pun yang akan tertarik untuk mendengarnya, dari huruf pertama ceritaku mereka selalu mengalihkannya dengan cerita mereka.

Mungkin suatu saat nanti aku akan membuat sebuah buku yang mengulas tentang hidupku bahkan dengan cerita yang tak seorang pun pernah mendengarnya sama sekali, entahlah setiap berfikir seperti itu aku ingin memberikan akhir yang indah walaupun dalam kenyataannya semuanya tak selalu berakhir indah seperti beberapa film yang pernahku tonton. Apa akan ada yang membacanya ? dan jika dibuatkan film akan ada yang menontonnya; aku masih meragukan itu.

Apa ada orang yang sadar bahwa aku selalu ada disamping mereka, apa akan sadar ketika aku telah pergi. Aku hanya takut tak menjadi yang berharga dimata mereka, dimata orang-orang yang aku cintai. Jika saja aku tau dimana batas itu, aku sangat ingin menghabiskan sisanya untuk orang-orang yang begitu berharga bagiku.
Aku belajar banyak dari seseorang yang mempermainkanku ketika aku masih belum tau apa-apa.
Aku belajar banyak dari pertikaian dan jarak antara mereka berdua.
Aku belajar banyak dari setiap rasa sakit untuk membangunku.
Aku belajar banyak dari pengabaian yang selalu datang.
Aku belajar banyak dari setiap kelupaan mereka terhadapku.
Aku belajar banyak dari kesalah pahaman di keluarga.
Aku belajar banyak dari sahabat yang jatuh cinta.
Aku belajar banyak dari kesendirian tengah malam.
Aku belajar dari perjuangan yang sia-sia.
Aku belajar banyak dari setiap merendahkan diriku.
Aku belajar banyak dari kekalahan.
Aku belajar banyak dari setiap perasaan takut yang datang.
Aku belajar banyak dari ketidak beranian.
Aku belajar banyak dari kelemahan.
Aku belajar banyak dari kepengecutanku
…………………………………………………………………………….

Terima kasih untuk para pemberi “Pelajaran”  semoga dari setiap air mata yang jatuh menjadi penghapus dosa dan doa terindah yang membuatku sadar bahwa hidup tak segampang yang aku pikir.

Ya… sekali lagi walaupun aku mencoba menghindar, hidup akan terus berjalan. Dan aku gak mau meninggal sia-sia tanpa meninggalkan kesan yang indah bagi para pemberi  “Pembelajaran”.  Semoga bila waktunya tiba, aku ingin membantu orang-orang yang merasakan hal yang sama sepertiku menyemangatinya dan membuat dia bangit lagi dan tidak menyerah menghadapi segala rintangan hidup yang ada.

Komentar