IF I KNOW - #3 When I Miss Someone





Kelas masih sangat sepi, hanya ada Aku dan Siska. Lapangan sekolah pun sangat-sangat sepi ketika seluruh siswa-siswi SMA telah pulang kira-kira beberapa menit yang lu, yang sekarnag terlihat hanya begitu panasnya siang ini. Namun untungnya masih ada angin yang menolong meneduhkan kepanasan ini. Entah mengapa kenanganku kembali dimana masa putih biru itu, masa dimana tidak jauh berbeda dari masa putih abu-abu. Tapi jujur aku merindukan orang-orang yang aku kenal disana.

Sekarang aku malah terfokus pada laki-laki yang membuatku sangat kesal dengan tingkah isengnya, seharusnya ia tak usah berpura-pura menjadi orang lain terutama menjadi orang yang tengah aku sukai. Laki-laki pendiam yang ternyata mempunyai kegilaan, yaitu dengan membuat aku selalu tersenyum dan tertawa. Laki-laki sederhana yang nama panggilannya juga sederhana yaitu, Er. 

“Emang katanya disini angker ya ?”. Tanyaku dengan wajah yang serius.
“Katanya sih gitu, tapi bener engganya gak ada yang tau. Katanya ditangga yang sebelah sana angker, ada yang pernah dengar suara aneh gitu!”. Sarah menunjukkan telunjuknya kearah tangga yang berada digedung seberang, tangga yang berada disudut gedung.
“Masa sih ?”. Tanyaku heran. “Ayo dong cerita yang serem-serem lagi!”. Pintaku dengan penuh penasaran.
“Dulu nih ya… belakang rumah Er itu dulu serem banget, sampe pernah liat penampakan gitu”. Menjelaskan dengan sangat detail.
“Terus ?”. Mungkin tanpa mereka sadari pada saat itu pupil mataku membesar, karena aku sangat-sangat tertarik pada hal yang tengah Er ceritakan.
“Sampe pas itu penah meluk guling, yang ternyata gulingnya itu pocong!”. Wajahnya menampakkan ekspersi yang membuatku dan sarah ikut merasakan apa yang Er rasakan.
“Ih……!!!”.

Percakapan singkat saat jam kosong itu sungguh tak bisa aku lupakan, kuakui betul pada saat itu aku sangat-sangat nyaman dengan kelas itu. Bukan! Bukan kelas, tapi 1 barisan dimana aku termasuk didalamnya.

“Er…. Sarah… Garin…. Nino… I really really miss that moment!”. Seruku dalam hati yang tentu saja dipenuhi orang rasa rindu terhadap mereka.

Er itu adalah Muhammad Erza, laki-laki sederhana yang penuh dengan tanda tanya. Bertubuh tinggi dengan warna kulit sawo matang, dia mungkin adalah salah satu laki-laki yang dekat denganku bahkan dapat dibilang sangat dekat. Sarah Julian, perempuan cantik yang bertubuh gemuk namun terlihat sangat cantik karena dia memakai kerudung. Perempuan penuh perhatian dan sangat pintar. Garin Mirza, laki-laki bertubuh kurus  yang hidupnya dipenuhi canda tawa namun sangat jarang tertawa. Garin sangat jago berpantomim. Dan Nino Rezaldi, laki-laki yang sama seperti Er dan Garin sangat jago membuat lelucon yang sangat lucu, Nino memiliki senyum yang sangat menawan. Dan aku sangat-sangat mencintai mereka.

Lamunanku dibangunkan oleh Siska yang tampaknya keheranan melihatku berkhayal masa lalu, dan berkata ingin minta ditemani untuk pergi kekantin membeli sesuatu.

Komentar