Laki-Laki Tercinta



Sama seperti laki-laki yang lain yang berada di dunia ini, dia tinggal juga hidup di dunia ini dengan lindungan yang Maha Pencipta. Diciptakan dengan kesempurnaan sebagai manusia yang tidak sesempurna seperti Sang Pencipta, dia masih memiliki kekurangan yang dimiliki semua orang di dunia ini. Dia salah satu orang yang paling aku cintai di dunia ini, entah, mungkin karena dia sungguh berarti dan sangat-sangat berarti.

Alhamdulillah dia masih bernafas sampai sekarang, aku akan berasa kesepian jika tidak. Aku menyukai matanya, saat berkedip dan menutup hanya karena dia tertidur, tertidur hanya untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya. Pasti akan terasa sangat senang jika aku dapat duduk berdua dengannya nikmati pagi atau siang atau bahkan sore bahkan pada saat malam yang berbintang, itu akan jadi malam terindah dalam hidupku.

Aku pernah bersamanya melewati siang yang mendung bahkan rintik hujan cukup deras membasahi bumi, aku sangat mengingat moment itu; tidak akan pernah aku melupakannya. Hujan yang menyedihkan ini menjadi bahagia yang bahkan aku menahannya karena aku mulai meneteskan air mata. Gawat jika dia tau dan bertanya, aku harus jawab apa. Hujan dengan satu kenangan yang akan selamanya aku ingat seumur hidupku, berjalan dibawah payung yang melindungi aku dan dia dari hujan yang bisa saja membuat aku dan dia basah lalu sakit. Dia merangkulku.

Aku mengenalnya sudah cukup lama, sangat lama bahkan saat aku sadari aku tumbuh menjadi gadis yang mulai mengerti hidup itu adalah sebuah perjuangan. Aku sangat beruntung mendapatkannya, dengan segala ‘tanpa kata’ nya itu, dengan segala tindakannya, dengan segala pengertiannya yang terkadang sangat tersirat, kebijaksanaan yang kadang datang, dan sesuatu yang selalu dia berikan kepadaku. Tapi aku pun membencinya dengan beberapa alasan yang sangat beralasan.

Alasan yang pertama yang paling aku benci dari dia adalah perokok aktif, seandainya aku dapat menghentikan kebiasaan buruk yang memperburuk keadaannya nanti. Aku pernah menasehatinya, aku muak dengan benda yang selalu ada di kantongnya, tasnya dan yang selalu berada diantara jarinya itu; aku benci aroma tubuhnya yang diselimuti asap rokok yang membakar paru-paru.

Yang kedua, dia selalu pergi kemana dia ingin pergi. Aku tau itu pun berarti untukku, tapi apa selalu selama ini ?. Aku melihatnya hanya pada moment tertentu, bisakah lebih lama lagi ? bisakah lebih lama lagi untuk tinggal ? bisakah lebih lama lagi kita menghabiskan waktu bersama lagi ? aku jadi sudah terbiasa ditinggal pergi, bisakah luangkan waktu untuk membagi cerita walaupun waktu membatasi ? apa harus selama itu pergi dan pulang kemudian pergi lagi ? taukan aku sangat membutuhkanmu ? setidaknya berikan perhatianmu sebelum pergi dan meninggalkan aku segudang rindu dan ditinggali aku dengan barang yang dia harap dapat membantuku. Bisakah lebih lama tinggal lama di tempat yang bisa disebut dengan rumah ?.

Yang ketiga, yang aku tau semuanya memerlukan sebuah kata. Kata yang dapat mewakili perasaan atau tindakan, jadi tinggalkan aku sebuah kata untuk meyakinkanku. Aku membutuhkan rangkaian kata yang tersusun setidaknya sederhana yang membuat aku lebih yakin dengan hidup ini.

Yang keempat, dia suka memancing. Untuk ini aku no comment.

Tapi aku sangat mencintaimu……

Aku sangat beruntung memilikimu dalam hidupku, laki-laki tercinta yang terkadang sangat sibuk dengan dunianya. Tapi aku memaklumi itu, aku tau semuanya ini untuk dirinya, atas tanggung jawabnya dan untukku. Terima kasih atas semuanya yang telah kau berikan. Aku menyebutnya “Pak”, laki-laki tercinta yang selama ini aku cintai diam-diam. Sayangnya Pak- ku ini terlalu sibuk dari aku kecil hingga sekarang, aku mungkin terlalu lebay untuk hal kecil ini, dia sangat sibuk.
Setidaknya aku mencintai laki-laki ini, yang selalu berkerja keras walaupun dia tau hari itu hari libur bisa dibilang dia tidak bisa diam.  Tapi aku belajar darinya yang walaupun terkadang aku kehilangan sosoknya, dia mengajarkan aku untuk terus berusaha keras, bekerja keras dan terus berjuang. Aku tidak pernah berhenti mendoakannya agar selalu sehat selalu, tidak ada yang lain.
Laki-laki tercintaku ini, selalu akan jadi yang tercinta. Aku mencintainya dalam diam saja, terima kasih telah meluangkan waktu hanya untuk saat bagi rapot hihihi terima kasih atas segala fasilitas yang disediakan olehmu dengan keringatmu. Semoga suatu saat nanti aku akan memberikan apa yang Pak Karmad ini mau, tidak mengizinkan sama sekali Pak Karmad ini untuk kerja lagi, memfasilitasi Pak Karmad ini untuk pergi haji dan yang paling utama membuat Pak Karmad ini bangga dengan apa yang udah aku usahan dengan kerja keras yang dia ajarkan.
Ngomong-ngomong kulitku keturunan dia, sepertinya kekreatifan ku juga ditularkan dia, dan masih banyak yang tidak aku sadari selama ini bahwa dengan ‘tanpa kata’nya dia, dengan kesibukkannya itu dia bertanggung jawab atas keluarga ini, keluarga yang terkadang tidak harmonis karena sifatnya yang saling bersebrangan, keluarga yang bisa dibilang tidak pernah terbuka, tapi keluarga ini berusaha menjadi keluarga dengan orang-orang didalamnya yang berusaha untuk tetap hidup.
Dengan rasa pengecut yang aku miliki, aku hanya dapat mengetikkannya. Pulang larut dan pagi pergi, aku masih bersyukur masih dapat melihatnya dengan pakaian kerja dan kemudian pergi lagi J
Terima kasih telah menjadi bagian dalam hidupku yang berarti ini, terima kasih atas segalanya.



Komentar