Masih Bisakah ?



Saat mereka mampu membuatmu tersenyum kemudian tertawa dengan tulus
Saat mereka mampu membuatmu lupa akan waktu yang terus berdetik
Saat mereka mampu membuatmu mengerti akan hidup ini
Dengan tangan yang terbelengguu dinginnya malam, dengan otak yang mulai digrogoti kekacauan
Dengan mata yang tak mampi mengertikan apapun dan bibir yang terkunci
Dengan langkah yang seolah penuh keraguan dan hati yang mulai mati rasa

Dengan …………

Masih bisakah aku membuatmu tersenyum dengan tulisanku ?
Masih bisakah aku membuatmu tertawa dengan ke ‘diam’ anku ?
Masih bisakah aku membuatmu seakan lupa aqkan waktu ketika perlahan kita hanya membiarkan detik berlalu ?
Masih bisakah aku membuatmu jatuh cinta hanya dnegan apa yang kau sebut dengan kegilaan ?
Aku mulai lelah termakan kata mereka yang lebih banyak dapat berkata
Akku mulai lelah melihat mereka yang dapay menyentuh dirimu
Aku mulai takut kehilangan ……….
Aku mulai takut sendiri …………

Mereka…………………………………

Hanya dengan satu hal mampu membuat dirimu jatuh hati
Hanya dnegan satu  huruf mampu membuatmu tersenyum selama satu hari
Hanya dengan satu  senyuman mampu membuatmu bahagia

Dari pada aku yang melakukannnya

Masih bisakah aku  dianggap olehmu ?
Sebagai satu-satunya bintang yang bersinar dimalam gelapmu
Masih bisakah aku dianggap menjadi salah satu  hal atau satu alasan mengapa dirimu tersenyum
Dan masih bisakah aku dianggap orang special dalam hidupmu ?

Walaupun aku tau aku hanya sebuah tulisan yang kau baca…………………………

Aku tau aku bukan salah satu dari mereka, mereka yang sekarang menjadi pilihanmu

Tapi……………….

Semoga mereka yang sekarang menjadi pilihanmu yang teristimewa itu membuatmu tidak pernah lupa untuk tersenyum…..
Untuk tertawa……
Untuk bersyukur….
Dan

Untuk memperindah hidupmu………………….


Masih bisakah aku menghiasi harimu dengan senyum yang tidak pernah aku lihat ??





Dengan jarak yang terbentang seperti utara dan selatan
Aku hanya berharap dapat bertemu
Denganmu di titik dimana tidak ada jalan kembali
Dan tinggal ditempat yang kita sebut sebagai “Rumah”

Dengan kata yang sudah mulai habis ini
Biarkan rindu mengalir dalam celah yang akku sebut sebagi
Rasa Sakit

Komentar