Review - Friendship ( Thailand Movie ) (2008) #1











Hai reader setiaku……
Terima kasih telah setia stay disini, terima kasih loh. Walaupun aku tau diluaran sana masih banyak blog yang menarik dan berisi konten-konten penting, terima kasih masih terus setia berkunjung dan membaca blog aku yang isinya amburadul ini hihihi……


Kali ini aku akan me- re – view sebuah film yang berasal dari Thailand, you know what the film I’m talking about ?. Bukan A Little Thing Called Love atau bukan juga Suckseed yaa… tapi yang belum umum banget sama film Thailand aku akan memberi bocoran tentang film ini, mau tau bocorannya ?
*kamurelakenabocor ?



Film ini bercerita tentang persahabatan ! apa kamu tau judulnya ? Yap!!! Kamu tinggal rubah aja persahabatan itu menjadi bahasa inggris yang akan berubah menjadi………….

FRIENDSHIP!!!
Awalnya bisa dikatakan gak jelas bagiku, karena pemerannya Tua. (maafkan aku yang tergila-gila dengan manusia tampan dan cantik). Diawal cerita ini memberitahukan bahwa pemainnya itu telah memiliki kehidupannya masing-masing. Disini menceritakan bahwa mereka menghubungi satu sama lain untuk menginfokan akan diadakan sebuah reuni yang dikhususkan untuk murid –murid yang pada saat itu hanya satu kelas.


“dari teman dekat menjadi hubungan cinta yang mendalam”

Kemudian waktu berubah menjadi beberapa tahun yang lalu.

Ketika seorang laki-laki yang menunggu bus menuju sekolah, melihat seorang seorang ibu yang jatuh karena berdesakkan dengan penumpang yang ingin naik. Laki-laki itu membantu ibu itu bangun dan memberikan bunga yang berwarna kuning yang sebelumnya berada dikantong kiri dadanya.
Tempat kemudian berpindah kesebuah kelas yang sedang memperhatikan seorang guru laki-laki yang sedang memotivasi murid-muridnya yang sudah kelas 3 SMA (sepertinya). Kemudian guru itu memberitahukan kepada muridnya yang lain bahwa terdapat anak baru yang telah duduk diantara mereka. Orang tersebut kemudian berdiri untuk memperkenalkan diri. Namanya adalah Suksiri. Yang kemudian diejek oleh 4 kawanan yang duduknya satu barisan. Salah satu 4 kawanan itu mengejek Suksiri dengan sebutan Sinatra (idkw). Kemudian dengan tiba-tiba berlari seorang gadis cantik yang dikuncir kudang datang dengan sangat terburu-buru, ternyata gadis itu adalah anak baru yang datang terlambat.
I love this girl, she’s so pretty!! Ia bernama Mituna (yang artinya Juni). Gurunya mengatakan bahwa kelas itu juga ada yang bernama Singha (yang artinya Agustus), dan gurunya mencari-cari maksut dari kata itu yang ternyata bulan Juli telah hilang. Namun Singh langsung bangun dari tempat duduknya, kamu tau apa yang sih katakan ?


“Juli adalah anak Juni dan Agustus!”.

Mituna berteman dengan 2 gadis cantik juga yang sering bertengkar dengan 4 kawanan Singh, Jazz yang selalu bertingkah jagoan (tomboy)  dan Kanda gadis imut yang berjualan cemilan di kelas. Disisi lain ada 2 orang yang nampaknya tidak suka dengan Singh dan teman-temannya, dan ketika Kong salah satu orang yang tidak suka dnegan Singh itu bertemu pasti dengan tatapan yang aneh.

Pulang sekolah 4 kawanan itu yang salah satunya Singh menunggu ditempat pemberhentian bus. Kemudian dari kejauhan Singh melihat mituna bersama Jazz dan Kanda yang ingin pulang juga. Singh dengan isengnya, melontarkan beberapa pertanyaan sembari berjalan menuju halte, dengan wajah yang datar Mituna hanya diam dan tidak menjawab sama sekali pertanyaan Singh. Sehingga Singh menetapkan bahwa Mituna itu bisu dengan mengejeknya sampai Mituna menaiki bus itu. “Mbekk…mbekk”.

Sampai pada suatu hari salah satu kawanannya (aku lupa namanya siapa)(kalau gak salah yang pas dewasanya menjadi actor) memberitahu bahwa Mituna itu adalah anak seorang directur utama dari sekolahan itu (kalau gak salah) hingga mereka menemui Mituna, Jazz dan kanda. Dan Singh mulai mengejek kembali Mituna sampai Mitu kesal dan pergi. 

(Ini bener-bener masa-masa SMK/SMA banget!)

Suatu hari didepan toilet laki-laki, Singh tidak sengaja menabrak Kong dan menginjak rokok Kong yang membuat Kong sangat marah dan lalu memukuli Singh. Singh dipukul hingga berdarah, dengan tiba-tiba Kong mengeluarkan pisau dari punggungnya. Dengan tiba-tiba Suksini yang kemudian dipanggil Lam datang menghadang dan memukuli Kong hingga berdarah dan lari. Karena telah menolong Singh Lam kemudian menjadi salah satu dari 4 kawanan itu.

Singh semakin penasaran dengan Mituna yang selalu terlihat diam dan tidak banyak bicara, bahkan ketika pada sebuah bis yang mereka naiki bersama. Mituna bertemu dengan ibu-ibu yang bisu yang Mituna berikan tempat duduknya. Dan lagi-lagi Singh dan teman-temannya bertambah mengejek Mituna.

Suatu hari, ketika rasa penasarannya bertambah. Singh mengikuti Mituna yang pergi kesebuah rumah panti asuhan. Singh membuntutinya hingga ia memberanikan diri untuk bertemu dengan Mituna untuk meminta maaf. Mituna hanya diam, melanjutkan langkahnya, berbalik dan memeragakan “Mbekk.. mbek…”. Yang membuat Singh yakin bahwa Mituna telah memaafkannya.

Singh semakin jatuh cinta dengan Mituna, mengikutinya saat pulang kerumah, melihat rumahnya dari jauh, dan melihat rumahnya dari jauh saat malam hari.

Suatu hari ketika jam istirahat berbunyi, semua murid telah keluar dari dalam kelas. Singh melihat buku yang berada di atas meja Mituna, bergambarkan sebuah bunga dengan sketsa pencil. Dan ketika jasm istirahat habis Mituna kaget dengan adanya bunga marigold berada diatas gambarnya, dan ketika ia menyampingkan bunga itu ternyata sketsa bunga marigold itu sudah diwarnai sesuai dengan warnanya, kuning terang.

The best scene (menurutku)
Ketika sepulang sekolah Singh mengikuti Mituna kembali, Singh meminta maaf lagi atas perlakukannya. Tanpa mereka sadari tiba-tiba pada saat itu terjadi tawuran.(sepertinya ini romantic) Singh memeluk Mituna yang shock melihat tawuran yang berada didepan matanya, bahkan sampai melewati Singh dan Mituna.

Pada suatu malam, Mituna yang baru datang dari sekolah terkejut ketika melihat banyak sepatu didepan rumahnya. Ternyata Singh dan teman-temannya ingin meminta izin kepada ibu Mituna untuk mengajaknya pergi berlibur ke pinggiran kota.
Disini Singh terlihat sangat berani untuk mencoba berbicara menggunakan bahasa tangan yang masih juga menggunakan bahasa biasa, hingga temannya menyarankan untuk menuliskan kata-kata dibuku tulis. Ibu mituna akhirnya mengizinkan Mituna untuk ikut berlibur.

Mituna semakin percaya diri untuk menggunakan bahasa tangan dengan Singh.
Di tengah hutan ketika mereka berkumpul, mereka melihat bintang jatuh…
Dan Lam membuat sebuah acara dimana masing-masing dari mereka harus mengucapkan doa/ janji, yang pertama adalah Singh.

“Dari bunga yang ada diseluruh dunia ini yang paling kusukai adalah Marigold.

Bunga yang kedua yang paling ku sukai, sepertinya tidak ada.

Tapi menjadi naïf dan tidak tahu yang lebih bagus lagi, aku telah melewatinya.

Sampai sekarang aku masih merasa sangat menyesal dan kesal dengan betapa bodohnya aku dulu.

Mulai sekarang aku berjanji aku akan melakukan apapun semampuku.

Jadi bunga yang kusuka akan hidup lagi, dan akan tetap begitu selamanya.

Tak perduli berapa lamanya dan aku akan berjanji pada kalian semua,

Aku tidak akan menyerah dan aku pasti tidak akan mengingkari janjiku.”


Singh semakin mencoba untuk belajar menggunakan bahas tangan, demi Mituna dan Ibunya. Singh membuat sebuah gambar pada sudut lembar buku Mituna,bukan dengan kata-kata tapi dengan sebuah gambar yang seolah bergerak ketika dibuka dengan cepat.


“Mengapa Kau suka Marigold ?”.

Ketika pada suatu hari mereka berkumpul dirumah Mituna untuk bersih-bersih, Mituna meceritakan ada apa dengan keluarganya. Ternyata Ayahnya yang seorang Directur pada malam itu mabuk berat dengan menyetir mobil yang menyebabkan kecelakaan yang membuat ibunya tidak bisa berbicara dan mendengar lagi, karena itu Ayahnya meninggalkan Mituna dan Ibunya.
Singh dan Mituna lebih sering meluangkan waktu bersama, dan mempunyai tampat favorit yaitu taman.
Ujian semakin dekat.


Lets go Part 2...

Komentar