I'm Addicted





Waktu sudah menunjukkan pukul  11 malam, dan aku masih saja diam menatap notebook dan berkali-kali mengecek handphoneku yang tentu saja sepi. Ada yang hilang setelah beberapa kali kejadian itu terulang, bukan karena aku jatuh dilubang yang sama, sayangnya semua jalan ini berlubang dan aku sama sekali tidak punya pengaman untuk tidak jatuh dilubang yang hampir sama itu. Tanganku sudah gatal untuk mengetik, sayangnya dan sangat disayangkan juga konsentrasiku terpecah oleh semua kejadian dalam hidupku belum lagi khayalan-khayalan gila yang terkadang melintas.

Aku masih saja diam diantara barang-barang kamar ini yang perlahan sudah tertidur dan aku hanya menjadi patung yang bernafas. Beberapa kali aku enyahkan fikiran tidak jelas itu, dan beberapa kali pun aku mencoba aku gagal untuk membuat diriku beristirahat.  Aku hanya terdiam menatap layar kosong pada halaman Microsoft word dengan indicator yang berdenyut seperti irama jantungku dan seperti detik pada jam yang berada di dinding, merasakan udara itu memasuki paru-paruku kemudian keluar kembali melewati mulutku. Argh…….

“Ayolah kasihanilah dirimu!!”, mungkin pada kenyataannya aku sednag lelah tapi tunggu dulu, ada sesuatu yang membuatku sangat-sangat sulit tidur malam ini. Tunggu! Ini bukan malam, tapi ini sudah pagi sudah pukul 01:00 dan aku masih belum tertidur. Detak jantungku sama sekali tidak berdetak perlahan, seharusnya aku kelelahan dan mata ini sangat berat tapi rasanya aku sangat bersemangat malam ini dan membuatku tidak ingin tertidur.

Ini salahku, sangat- sangat salahku. Siang ini aku sangat-sangat mengantuk, rasanya sepertinya menahan rasa mengantuk malam hari yang mengantarkanku untuk tidur. Tidak mungkin bukan aku harus tertidur disaat jam-jam sibuk seperti ini, mataku sangat berat! Aku harus menahannya dengan apa ?.

Sipahit, yang bermanfaat juga merugikan, I think I need a coffee!!

Rasa mengantukku sedikit berkurang, syukurlah aku dapat mengurangi hal yang konyol dengan segelas coffee dingin siang ini. Tapi bagaimana nanti ???.  Dapat dikatakan ini adalah salahku yang selalu mengundur jam tidurkku untuk hal yang sebenarnya tidak penting, seperti mengkhayal, menulis tulisan yang setengah jadi, memikirkanmu, merindukanmu, dan diam berfikir banyak hal. Tapi ini juga tidak sepenuhnya salahku, ini salah Bapakku, maafkan aku mengatakan ini Pak! Karena dari beberapa informasi yang aku dapat,  salah satu penyebab insomnia juga adalah factor keturunan. Aku tidak tau ini seberapa berpengaruhnya pada diriku yang masih muda ini, tapi apakah parah bila aku terlalu sering insomnia dan kemudian meminum coffee yang juga banyak efek sampingnya dibanding hanya menghilangkan rasa mengantukkudan disamping itu aku sering juga sakit kepala.


Apakah aku bisa menambah jam tidurku yang terkadang hanya 5 jam ?
Mengurangi kadar gula akibat meminum coffee instant ?
Mengurangi lingkar hitam dibawah mataku ?
Memperkecil peluang sakit kepala  ?
Memaksimalkan kembali kerja otakku ?
Mengistirahatkan badan ini dari ketagihan dalam insomnia dan coffee L

Komentar