MAGIC #003



Setelah Gema meninggalkan rumah, Bunda terlihat sangat gelisah. Bunda tidak berhenti mondar-mandir didepan Gadis yang tengah duduk disofa, Gadis hanya melihat Bundanya dengan kebingungan.

“Bunda harus  ya begitu ?”. Tanya Gadis heran.

Bundanya hanya melihat sekilas kemudian kembali mondar-mandir. Tiba-tiba suara pintu terketuk membuat Bunda yang mondar-mandir langsung berlari untuk membuka pintu, membuat Gadis bertambah bingung. Terdengar suara semakin gaduh, karena memang jumlah kaki bertambah membuat suara yang sangat mengganggu. Bunda dan orang asing tersebut berhenti sebelum memasuki ruang tamu dimana Gadis tengah duduk di sofa.

“Jadi kita harus gimana ?”. Tanya Bunda setengah berbisik.

“Jadi ……………………..”. Suara semakin tidak terdengar ketika terdengar suara seaptu diketuk-ketukan kelantai.

Lalu mereka memasuki ruang tamu.

“Gadis…. Sekarang kamu kekamar kamu, secepatnya kamu kemasi barang-barang kamu !”. Pinta Bunda.

Gadis hanya mematung memasang wajah anehnya, namun berubah seketika ketika Sam dan Laty menarik Gadis agar segera bergegas kekamarnya untuk membereskan perlengkapannya. Gadis dengan terpaksa segera menuju kamarnya karena ditarik oleh kedua orang asing tersebut, Gadis semakin kesal dengan Sam dan Laty yang gerakkannya sangat cepat dan tidak menjawab pertanyaan yang beberapa kali Gadis ungkapkan tentang apa yan terjadi.

“Ini sebenarnya apa sih yang terjadi, gak ada satupun yang coba jelasin dengan sejelas jelasnya!”.
Dengan rasa kesal Gadis segara berlari menuju Bunda yang masih cemas di ruang tamu dikelilingi Zee, Roy dan Lian. Dengan rasa yang menggebu-gebu Gadis segera berdiri dihadapan Bunda-nya yang masih terlihat sangat cemas.

“Bun, sebenernya ini ada apa sih ? kenapa gak ada yang jelasin ini tuh sebenernya ada apa ?”. Nada suaranya meninggi ketika Bundanya masih tidak focus.

Bundanya terlihat sangat terkejut melihat Gadis yang tiba-tiba menggunakan nada tinggi, Bundanya dengan sangat lemas memandang Gadis kemudian menggenggam kedua tangan Gadis.

“Masalah ini tidak dapat dijelaskan….”. Jawab Bunda dengan lemas.

“kenapa engga bisa Bun ?? Aku aneh dengan semua ini, Mereka tiba-tiba datang, lalu…”.

Dengan tiba-tiba sesuatu terjadi kepada Gadis, seperti sesuatu tengah mencoba masuk kedalam diri Gadis. Kaki Gadis yang menegang karena kesal kini melemas tergeletak diatas lantai kayu, serangan yang sangat tiba-tiba itu membuatnya sangat lemas. Dengan sangat cepat Lian yang berdiri disampingnya dengan cepat memeganginya agar tidak terjatuh dengan sangat cepat.

Wajah-wajah panic mereka mulai terpancar, Laty dan Sam pun segera berlari kearah ruang tamu dimana Gadis dipindahkan oleh Lian keatas sofa. Gadis yang masih shock, masih terkulai lemas diatas sofa ia hanya dapat memandangi wajah-wajah cemas yang mengelilinginya. Zee menggenggam pergelangan tangan kanan Gadis yang masih tertidur diatas sofa, dengan wajah yang ikut cemas juga.

“Kita gak mungkin pergi dulu…..”. Jelas Zee.

“Kenapa Zee ?”. Tanya Bunda keheranan.

“Gadis lagi kurang sehat, dia gak akan kuat pergi jauh….”.

Dengan badan yang masih sangat lemas Gadis hanya bisa mendengarkan apa yang sedang terjadi dihadapannya, merasakan apa yang tengah terjadi pada dirinya. Gadis masih tidak mengerti apa yang tengah terjadi padanya, Gadis hanya bisa diam merasakan apa yang sedang ia rasakan. Seluruh badannya sakit, seperti terjatuh beberapa lantai. Gadis memperhatikan wajah-wajah yang sangat panic, pengelihatannya sedikit kabur dan pendengarannya.

Dengan pandangan yang kabur Gadis melihat Liam mendekatinya, lalu mengangkatnya kekamarnya. Gadis hanya menatap wajah Liam yang walaupun buram sampai menuju kamarnya, rasa anehnya memudar ketika Gadis mendengar detak jantung Liam.

“Kamu akan baik-baik saja Gadis, tenang saja…..!!”.

Selama seharian penuh Gadis tidak bisa bergerak dan selalu dijaga bergantian.

“Sesuatu yang buruk akan terjadi jadi kita harus bergantian menjaga Gadis yang tengah lemah seperti ini, sampai ada kabar dari Leon…..”. Roy berkata.

Komentar