Day 12 | Apakah Dia Adalah Matahariku ?






Setelah banyak sekali hal baru yang terjadi membuat aku harus berhati-hati lagi dalam menanggapi masalah yang terjadi, begitu pun tentang perasaan yang tanpa aku sadari telah tumbuh dan terus berkembang setiap harinya. Sebuah perasaan yang dikit demi sedikit membuat aku yang lain mulai sadar dari khayalannya tentang rangga dan mulai mempercayai bahwa akan ada seseorang yang mampu merubah semuanya menjadi lebih baik. Perasaan itu membuat aku harus melakukan sesuatu.

Setelah hari demi hari yang terus berjalan dengan canda, tawa, membicarakan banyak hal juga kekonyolan Kak reno walaupun dalan pesan singkat sungguh mampu membuat hari-hariku terasa lebih lengkap. Selalu menemaniku setiap malamnya ketika aku harus menulis, mengajariku soal matematika, dan juga terkadang membantuku untuk membenarkan laptopku yang terkadang eror.

Banyak sekali hal yang berubah, yang tidak bisa aku mengerti, hal yang  mampu membuat aku merasa ada sesuatu hal yang benar-benar mampu membuat aku merasa menjadi aku yang baru. Seperti sapaan pagi Kak reno yang selalu mengawali hariku dengan sebuah senyuman juga semangat yang selalu bermekaran setiap paginya, membuat aku selalu merasa special. Menyapaku semerdu burung-burung yang berterbangan ketika pagi mulai menunjukkan kehangatan sinarnya, juga menyapaku seperti lagu merdu yang namun membangkitkan semangatku.

Aku tidak pernah mengira bahwa Kak reno akan menjadi matahari pagiku, matahari yang selalu muncul diawal hari, diawal hari yang akan menentukan bagaimana hari akan berjalan sampai malam tiba dan ternyata Kak reno mampu melakukannya. Orang yang aku lewatkan, orang yang sempat tidak aku hiraukan dan orang yang pernah aku ragukan.

Aku yang sempat penasaran padanya pada kelas 1 SMK kemudian menyerah begitu saja ketika aku mengetahui Kak reno masih memiliki suatu hubungan, dan aku kemudian menyukai sahabatnya ketika kelas 2 SMK dan pada saat itu aku merasa sama sekali tidak memperhatikannya. Aku sama sekali tidak mengingat bahwa aku pernah menyukainya bahkan rasanya ingatan itu tiba-tiba saja hilang ketika aku mulai menyukai Kak rendy walaupun sebenarnya Kak reno selalu bersama Kak rendy rasanya mataku hanya menuju satu orang yang membuat aku bahkan tidak memperhatikan Kak reno sama sekali.

Kemudian semuanya bermula ketika ia mulai mengomentari tulisan di blogku, terutama cerbung yang aku buat beberapa hari yang lalu. kemudian percakapan itu semakin intens dalam beberapa bulan hingga tanpa aku sadari Kak reno membuat perasaanku pudar untuk seorang Kak rendy yang ternyata tidak beresponku sama sekali. Dengan beberapa bulan Kak reno mampu mengisi lembaran hidupku dengan warna yang dia berikan juga hal baru yang belum pernah aku alami. Segala hal tentang rangga pun perlahan memudar begitu saja.

Seperti melihat sebuah cahaya didalam sebuah kegelapan yang dinginnya menusuk kedalam tulangku, dia datang membawa senyum, cahaya juga kehangatan seperti sebuah mentari yang baru saja datang ketika malam terasanya terasa begitu panjang. Walaupun sebelumnya aku sudah melihat mentari diujung hari, ini bukan mentari pagi tapi hanya sebuah mentari diujung hari yang siap menyanyikan kembali lagu menyeramkan untuk menyambut malam yang kelam. Dan aku harus bersiap kembali untuk melewati malam yang akan mengurungku cukup lama.

Kak reno, ternyata orang yang selama ini aku abaikan. Aku melewatkannya, pada saat aku yang masih terpakku pada jingga sore dan gelapnya malam juga semua hal yang aku pertahankan walaupun aku sangat membencinya. Merasakan kembali dibasahi oleh embun pagi yang mampu membuat aku merasa disembuhkan dari rasa sakit yang beberapa tahun belakangan ini aku rasakan, yang hanya bisa menatap Kak rendy seolah awan yang hanya melintas sebelum kegelapan mengambil alih pengelihatanku dan juga ketika malam yang dingin membuat aku begitu menggigil hingga merasakan hipotermia.

Apakah benar Kak reno adalah orang yang selama ini aku butuhkan ? yang selama ini aku lewatkan dalam proses ini ? Apakah benar Kak reno adalah  hal yang sangat aku butuhkan ?

Dan nyatanya adalah dia memang hal yang tengah aku butuhkan, sapaan paginya yang membuat hariku terasa lebih berarti. Kata-katanya yang terkadang membuat aku begitu merasa berbeda, dan tatapan matanya ketika pertama kali aku bertemu dengannya. Aku sungguh tidak bisa melupakan tatapan matanya juga senyumannya ketika suatu hari itu memberanikan diri untuk bertemu denganku secara langsung, yang mampu membuat aku merasa yakin. Sanggup meyakinkan aku yang lain bahwa ada seseorang yang mampu menyembuhkan luka yang bersarang 3 tahun pada hatiku, sanggup meyakinkan diri bahwa Kak reno adalah orang aku cari. Ia selalu memulai semua nya dengan sempurna sama seperti ia merencanakan pertemuan pertama kita, sesempurna dia yang mampu mengubah seluruh hariku menjadi lebih bermakna.

Apakah dia hanya akan menjadi matahariku ?


 #NulisRandom2017
 

Komentar