Day 18 | Langit Malam











Langit perlahan mulai gelap
Tak kutemukan cahaya kecuali lampu-lampu harapan
Menyenandungkan lagu kesepian
Yang terus terselimuti oleh dingi yang akan datang

Aku melihat cahaya samar dari kejauhan
Mendekat dengan sangat pelan
Seolah tak ingin mengganggu
Tak ingin siapa pun menyadari kedatangannya

Cahaya itu adalah matanya
Berbinar bagai bintang yang paling bersinar
Malam seketika sunyi
Dan waktu rasanya berhenti

Aku tak mendengar lagi senandung itu
Menghiraukan bintang-bintang dan bulan
Bahkan tak menghiraukan detik sedikit pun
Ketika dia mulai tersenyum

Malam semakin indah
Dengan sinar pada kedua matanya
Detik yang indah saat aku mendengar detak jantungnya
Juga senyumnya yang melengkapi

Tak ingin membiarkan detik berlalu sedetik pun
Aku ingin tetap menahan detik untuk terus melihatnya
Walau harus rela tak menghiraukan semuanya
Saat mataku hanya tertuju padanya

Melihat langit penuh dengan bintang
Rembulan yang tak tertutupi awan
Mata dan senyumnya
Dirinya melengkapi malam

Kamu menajdi hal yang aku sukai setelah malam
Menjadikannya lebih terang
Menjadikan senandungnya lebih indah
Karena kamu dan langit malam hal yang aku sukai



#NulisRandom2017

Komentar