Day 22 | Temani Aku


Perlahan malam datang
Membawa sejuta duri kedinginan
Yang perlahan pula akan menancap tepat
Tepat ditempat yang tidak kuinginkan

Hembusan angin malamnya berhembus
Berhembus untuk membekukanku
Untuk membekukan waktu
Yang semakin enggan untuk berdetik

Duduk dibawah pancaran cahaya rembulan
Berhiaskan bintang-bintang yang bersinar redup
Keramaian diangkasa bahkan tidak dapat menolongku
Betapa kesepiannya aku

Aku tidak dapat mendengar dtik
Suara binatang yang mengerik
Detak jantungku bahkan hembusan nafasku
Semua seolah memilih untuk diam dan menjauh

Udara terasa berputar-putar
Membuat perasaanku ikut berputar
Pengelihatanku semakin kabur
Ketika perlahan langit tertutup awan hitam

Langit semakin sangat enggan untuk temani
Waktu semakin menolak untuk berdetik
Aku tidak dapat merasakan apa pun
Semakin dingin dan sendirian

Aku membutuhkanmu
Untuk meminta bulan bersinar kembali
Untuk memohon kepada waktu
Untuk kembali berdetik

Aku membutuhkanmu
Walau sekedar diam disampingku
Walau hanya duduk menatap langit malam
Walau hany ada dirimu

Temani aku
Demi membutuh waktu yang tidak berdetik
Menghangatan dari angin yang membekukan
Temani aku yang hampir terbunuh sendirian

Temani aku
Lewati malam yang panjang
Temani aku
Sampai pagi datang

Komentar