Day 23 | Menunggu










Aku mulai melangkahkan kaki
Berjejak penuh keraguan atas sebuah keyakinan
Meraih yang hanya sebuah ilusi
Aku bisa melihatnya tapi tak pernah bisa menyentuhnya

Dan kembali aku susuri setapak kecil
Penuh duri keputus asaan
Asap ketidak perdulian menutupi segalanya
Aku tetap melangkah walau sulit

Aku melihat rumah yang semakin tua
Semakin rapuh dan lirih meminta
Menghidupkan kembali rasa yang hampir mati
Sendiri tinggal dalam sebuah kesedihan

Aku mencoba membuka pintu hati
Tidak ada apapun selain kerapuhan
Selain kekosongan yang membunuh
Selain kebisuan dalam kebisingan

Aku mencoba untuk duduk dalam kegelapan yang hampir tiba
Hampir membuat jantungku rasanya berhenti berdetak
Mencoba untuk tenangkan segala perasaan yang menggila
Aku mencoba untuk menunggu

Hanya denting detik pada jam yang hampir lelah terdengar
Tidak ada nyanyian merdu
Tidak  ada pula pelukkan mendamaikan
Tidak ada apa pun selain kehampaan

Tak kudapati langkah yang mendekat
Tak pula kudapati cahaya yang masuk
Tak kudapati apapun
Tidak ada

Denting yang lelah masih ingin berdetik
Menemaniku menunggu
Menunggu hal yang mampu menghapuskan
Seluruh kegelisahan ini
Aku menunggu

Dan denting detik masih berusaha menemaaniku
Juga dengan detak jantung ini
Deru nafas ini
Tidak ada yang lain

Kerena tidak ada yang akan datang
Tidak akan ada yang perduli
Tidak akan pernah ada yang merasakannya
Kesunyian, kegelapa dan kegelisahan

Karena aku masih menunggu
Menunggu yang tidak akan pernah datang
Yang tidak akan pernah berusaha
Untuk rela membebaskanku

Demi membunuh sepi
Untuk memberi cahaya dalam kegelapan
Membisingkan kesunyian
Dan untuk berada disini

Karena dia tidak akan pernah datang
Untuk melirik bahkan melihat rumah yang rapuh ini
Dia tidak akan pernah datang
Untuk menyelamatkanku

Aku tetap duduk menanti
Walau setiap detik mencekikku
Kedinginan yang menyelimutiku
Dan kegelapan yang menutupi seluruh ragaku

Karena dia tidak akan pernah datang
Kerumah yang rapuh
Gelap
Sunyi dan sepi

Komentar