Day 24 | Hutan Dan Lautan










Tak kutemukan arah
Hanya setapak kecil yang kulihat
Setapak yang seolah membelah hutan
Tak kulihat selain ranting dan dedaunan kering

Dedaunan kering yang perlahan jatuh
Berputar-putar diudara
Jatuh secara perlahan
Hingga akhirnya menyentuh bumi

Aku bisa merasakannya
Ia berhembus tepat dibelakangku
Seolah membisikkan kata-kata
Kata-kata yang merayuku

Sinar mentari mengintip dari balik rindangnya dedaunan
Menghangatkan segala kebekuan ini
Menyapa hati yang tengah gundah
Menggetarkan kembali rasa yang hampir mati

Aku terus melangkah
Mengikuti setapak kecil diantara rindangnya hutan
Aku tetap terus berjalan
Berharap kan ku temukan dirimu

Tanpa kusadari tak akan kutemukan ujung setapak ini
Ujung yang menghubungkan perasaan ini yang hampir putus asa
Getaran yang semakin kuat aku rasa
Berfikir aku akan bertemu denganmu

Aku telah mencoba untuk memilih sisi yang lainnya
Berharap kan kutemukan ujung pencarianku
Sisi yang akan mengantarkanku untuk bertemu denganmu
Karena aku sudah cukup lama berada disini

Butiran halus itu mengelus jemari kakiku
Butiran putih seputih ketulusanku
Kan ku langkahkan kembali kaki ini
Untuk bertemu denganmu

Lautan biru pun terus terhempas ketepian
Seolah mengajakku untuk mengikuti arusnya
Dan angin laut membisikkan kembali
Kata-kata yang pernah aku dengar darimu

Duduk ditepian
Tersinari matahari yang ingin tenggelam
Warna jingga dan anginnya memelukku
Aku tak ingin terus tenggelam dalam perasaan ini

Ombaknya tidak pernah berhenti
Seperti langkahku yang akan selalu melangkah
Untuk melepas gundah
Gundah yang selalu menyelimuti hatiku

tak kudapati dirimu walau hutan telah kususuri
walau setepak telah ku tapaki
dan tak kudapati pula dirimu walau aku telah berlari ke lautan
walau ribuan butir pasirnya tau bahwa aku merindukanmu

Komentar