Day 3 | Ada Aku Yang Lain










Ketika waktu semakin berlarut, dan semakin itu pula terkadang kejadian aneh terjadi. Apa hanya aku yang bisa merasakannya ketika malam yang sunyi menjadi sangat ramai, dan suara itu membuat aku tidak bisa berfikir sama sekali. Waktu semakin larut ketika aku sadari waktu sudah menunjukkan pukul 00:00 WIB dan aku masih belum juga menyelesaikan 1 paragraf pun untuk mengisi lembar kosong pada layar, aku hanya membiarkannya mengalir namun ada yang membuat aku selalu menghapus kembali tulisan yang baru beberapa kata terangkai.

Waktu semakin berjalan ketika aku sadari mataku sudah tidak mampu lagi untuk tetap menatap layar dan menunggu suaranya hilang, aku kemudian menutup jendela Microsoft word dan memilih unutk men-shut down notebookku yang hampir saja kehabisan battery. Aku perlahan mencoba untuk berbaring agar rasa kantuk segera datang dan mengantarkanku kealam mimpi dimana aku bisa beristirahat, aku perlahan menutup kedua mataku. Setelah beberapa detik berlalu, suara itu makin membuat aku tidak bisa menutup mataku dengan santai. Suara itu mengajakku untuk berdiskusi tentang hal-hal yang telah berlalu, tentang hal-hal yang saat ini terjadi, tentang masa lalu yang belum tentu.

Dan salah satu yang selalu dibahas adalah tentang Rangga, yang betapa bodohnya aku tetap yakin kepadanya. Aku sudah lama meragukannya ketika aku sadar ini tidak akan berakhir baik, namun ada seseorang yang menumbuhkan kembali keyakinan yang telah aku pudarkan itu. Seseorang itu tetap saja yakin bahwa Rangga merasakan hal yang sama denganku, tetap yakin bahwa semuanya akan berakhir baik, tetap yakin bahwa tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi. Kali ini dia membiarkan aku tidur ketika waktu duah menujukkan 01.30 pagi.

Dan seiring berjalannya waktu aku sering bertengar dengannya tanpa aku sadari, ia sering bergejolak didalam diriku membuat aku terkadang memiliki emosi yang tidak stabil. Ia selalu membuat hal sederhana menjadi sangat rumit, ia selalu berkomentar banyak tentang hal yang terkadang aku hiraukan. Aku bisa sangat ramah, di lain waktu aku bisa sangat sombong. Terkadang aku bisa sangat asik, namun disisi lain aku bisa sangat menyebalkan. Dan ketika aku marah, semua orang memilih untuk menjauh dari amukkan dia yang pernah keluar satu kali ketika aku SMP.

Pagi ini aku coba untuk menulis sebisaku, namun dia menolak. Dia memilih untuk tetap berbicara tidak jelas mengenai hal yang tidak terlalu penting untuk dibahas, dia sangat takut bahwa semuanya tidak berjalan dengan mulus, dia orang yang perfeksionis. Namun kali ini aku menghiraukannya dan membiarkan bagian otakku yang lain untuk membantuku menulis. Tapi dia tetap saja tidak mau diam.

Terkadang aku membiarkan kamarku berantakan, bukan karena hal lain, aku terkadang ingin sekali merapikannya tapi dia selalu membuatnya berantakan kembali. Aku ingin sekali selalu membantu mama, tapi terkadang ia menolaknya karena aku tau terkadang dia egois untuk beberapa masalah. dia bisa sangat optimis dan ketika dia merasa pesimis dia tidak akan mau melakukan berbagai macam hal yang akan membantunya. Apa aku sudah mulai gila ?.

Aku terkadang harus tidur dengan metode lucid dream, bukan karena aku ingin kesana tapi aku ingin menghilangkan suara itu dari pikiranku dan merilekskan diri  dari dia yang terkadang membuatku kaku. Apa karena aku seorang Gemini ? seorang yang kembar ? dengan siapa aku kembar ?.

Ada aku yang lain didalam diriku, dia melengkapiku namun terkadang menggangguku. Mengubah drastic moodku, mengubah aku yang introvert menjadi ekstrovert atau bahkan ambiver, mengubah aku yang terkadang menjadi sangat plinplan.

Ada aku yang lain didalam diriku yang orang lain tidak tau, karena dia tinggal didalam pikiranku. Terkadang dia bisa sangat membantu tapi terkadang dia bisa sangat mengacaukanku dengan selalu berbicara tanpa henti, apa aku sakit ? apa aku terkena bipolar disorder ?.

Ada aku yang lain yang terkadang aku harus menahan pilihanku atau atau pilihan dia. Aku tidak tau mana yang benar-benar aku, mana yang benar-benar sejatinya aku, apakah aku yang sedikit tomboy atau aku yang sedikit ingin berpenampilan feminism ?.

Ada aku yang lain yang terkadang tidak bisa dipahami orang lain, karena dia tinggal dipikiranku dan aku harus selalu bersiteru dengannya dalam hampir semua hal.
Ada aku yang lain, aku dan kembaranku yang tinggal didalam pikiranku.


#NulisRandom2017

Komentar

  1. Keren..
    Ini cerita fiktif kan? Tapi kok kaya ada suara hati aku disitu... Berasa sedang disuarakan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Selly :)
      Ini memang tidak sepenuhnya fiktif, jadi aku perwakilan dari seseorang yang terkadang bersiteru dengan diri sendiri, diri kita yang lain :) terima kasih telah berkunjung ya :)

      Hapus
    2. Samasama,, hehe
      Aku udah lama banget pengen menuangkan ke dalam tulisan ttf perasaan aku yg ngrasa kaya ada dua sisi, tapi masih nherasa belum yakin sepenuhnua... Cuma kalo baca ini aku jd ngrasa yakin kalo dlm diri aku ada yg lain.. Semacam satu waktu aku nhrasa suka tomboy abis satu waktu aku suka feminim abis..dan msh bnyak lainnya. Eh malah curcol.. 😂.

      Hapus
    3. Dicoba aja tulis tentang perasaan , siapa tau aku yang lainnya ikut kasih ide hahah :D aku juga kadang gitu kadang suka pengen terlihat cantik feminim gitu tapi kadang juga pengen tampil tomboy hahaha sama hal nya juga pas milih baju jadi bingung sendiri

      Hapus
    4. Justru ituuuu, belum nemu penyampaian yang pas nya. 😂

      Nah looooh... Jangan2 "seseorang" yang diwakilkan dicerita itu sebenernya ituuu yang nuliiiis????? 😂😛

      Hapus

Posting Komentar