Day 4 | Siapakah Dia ?







Tempat baru, kebiasaan baru, orang-orang baru dan berharap menemukan sosok lain yang dapat menghilangkan Rangga dari ingatanku. Aku berharap dengan aku tidak satu sekolah dengannya perasaan ini dan keyakinan ini semakin pudar dan akhirnya menghilang, dengan teman-teman perempuan yang akan membuat aku semakin asik membahas tentang perasaan dan teman laki-laki yang mungkin salah satunya dapat membuat aku melupakan Rangga. Tapi tunggu. Aku yang lain berfikiran berbeda, kenapa aku yang lain malah memikirkan betapa mengasyikkannya satu sekolah dengan Rangga. Walaupun aku tau Rangga tidak mungkin masuk Administrasi, paling tidak kita bisa bertemu pada saat-saat istirahat untuk makan dikantin bersama, saling memandang pada saat upacara bendera, dan pulang bersama.

Aku bertemu dengan banyak sekali orang baru, aku memperhatikan banyak sekali wajah dengan berbagai macam karakter. Aku membidik beberapa orang yang kemungkinan akan menjadi teman atau bahkan sahabat yang asik, namun terkang tidak seperti yang aku lihat beberapa karakteristik tidak selalu tercermin dari penampilannya. Aku sudah memiliki kelas juga beberapa teman, dan salah satunya adalah Nisa yang satu meja denganku. Aku sudah berkenalan dengan semua murid yang berada dikelasku, namun tampaknya hanya aka nada beberapa orang yang sangat dekat denganku karena aku tau perbedaan tidak akan pernah lepas dari hidup.

Selang beberapa hari, lusa adalah hari kemerdekaan Indonesia dan sangat bertepatan dengan hari senin, yang pasti terjadi adalah upacara akan diselenggarakan dengan persiapan yang cukup banyak. Salah satunya adalah paduan suara, dimana aku menjadi salah satu peserta dari paduan suara yang harus berlatih 3 kali dalam seminggu sebelum acara dimulai. Aku ditempatkan pada baris kedua dari 4 baris yang satu barisnya terdiri dari 10 orang, dan anggotanya adalah murid administrasi dan akutansi yang digabung menjadi satu gabungan.

Hari yang ditunggu akhirnya datang, dimana aku harus segera datang lebih awal untuk mempersiapkan anggota upacara yang akan melakukan latihan untuk yang terakhir. Waktu tidak perlu ditunggu dan waktu tidak akan mau menunggu. Upacara pun segera dimulai dan jantungku pun mulai berdetak lebih cepat. Banyak sekali murid baru, murid senior dan jajaran guru yang berbaris rapi pada jam yang sudah menunjukkan pukul 07:30 pagi. Jantungku masih berdetak dengan sangat cepat, namun pandanganku teralihkan ketika melihat sosok laki-laki yang selalu berjalan walau pun yang lainnya sama sekali tidak boleh bergeser sedikit pun.

Pikiranku agar sedikit buyar, ketika pandanganku selalu mencari laki-laki itu yang selalu berpindah-pindah untuk mencari angle yang pas dan aku yang lain memikirkan Rangga berada disalah satu didalam barisan itu seandainya dia memilih untuk memasuki SMK yang sama denganku. Lagi-lagi aku dan aku yang lain berbeda jalan pikiran membuat aku semakin bingung dan tidak focus untuk memperhatikan jalannya upacara. Aku yang selalu memperhatikan laki-laki itu dan aku yang lain memikirkan khayalan yang tidak mungkin terjadi, aku jadi semakin bingung bagaimana harus melangkah.

Laki-laki itu tengah berada dilantai kedua tengah memotret jalannya upacara, dengan wajahnya yang serius membuat laki-laki itu terlihat menggemaskan, dia juga manis. Dan mulailah aku yang lain berkomentar dengan membandingkan laki-laki itu dengan Rangga, aku  yang lain menyamakan betapa manisnya Rangga dan laki-laki itu, membandingkan postur tubuh Rangga dengan laki-laki itu yang cukup jauh. Bagiku mereka sama-sama manis dan pembawaannya terlihat sangat tenang.

Rasa penasaranku mulai menjadi, aku yang lain malah bersikap cuek dan tidak perduli betapa aku ingin sekali mengetahui laki-laki itu. setelah upacara selesai aku memberanikan diri bertanya dengan temanku yang mencalonkan diri sebagai osis yang berkemungkinan memiliki konektifitas yang cukup banyak. Wajah temanku terlihat aneh ketika aku bertanya salah satu laki-laki yang tengah menjadi seksi dokumentasi itu, aku mencoba memberitahukan ciri-cirinya. Temanku mengatakan bahwa namanya adalah Reno, kelas 2 SMK Multimedia dan dia sudah memiliki pacar yaitu anggota Osis. Aku hanya mencoba untuk mencari hal lain untuk bisa menghindari perasaanku untuk Rangga dan juga aku yang lain. Aku menyerah Mungkin benar yang dikatakan aku yang lain, aku tidak memiliki kesempatan sama sekali yang membuat aku setuju lagi untuk terus bertahan dengan rangga yang nyatanya masih saja tidak jelas.

Dan berkali-kali aku harus menyerah ketika aku yang lain membuktikan bahwa Rangga memang harus aku pertahankan, Rangga yang masih kelabu. Dan siapakah yang akan menggantikan Rangga ? setidaknya untuk menghindari aku yang lain yang cukup egois dengan khayalan semunya dan setidaknya menghilangkan perasaanku untuk Rangga. Lalu siapakah orang itu ? Apa Kak Reno yang masih sangat jauh aku jangkau ?.


#NulisRandom2017 #Day4


Komentar