Day 5 | What Can I Do ?





Apa yang bisa aku lakukan selain berusaha untuk mencapai yang aku inginkan tapi terkadang selalu saja ada yang kurang, terkadang berdebatan aku dengan aku yang lain. Aku yang lain terkadang tidak percaya dengan potensi yang aku miliki, aku yang lain selalu mengganggu dan mematahkan semangatku untuk terus berusaha dan menunjukkan apa yang aku bisa. aku yang lain hanya menginginkan semuanya instant dan selalu pessimist.

Aku ingat pertama kali aku mengikuti sebuah lomba yang diadakan disekolah SMP ku, pada hari kemerdekaan Indonesia yang akan diselenggarakan beberapa lomba. Dan salah satu yang aku ikuti adalah sebuah lomba membuat cerpen dan yang satunya adalah lomba modern dance. aku tau aku tidak terlalu mempunyai konektifitas yang cukup baik, aku pun bisa menghitung beberapa orang yang mendukung dan mendoakanku salah satunya adalah Rangga. Aku ingat saat ia memperhatikanku dari balik jendela untuk memberikan semangat, aku dapat melihat raut wajah teduhnya siang itu.

Waktu lomba pun terus berjalan, hal yang selalu aku takutkan adalah ada sebuah kesalahan dalam pembuatannya dan ya, ballpoint yang aku gunakan habis dan membuat tulisanku terlihat berantakan sedangkan waktu yang tersisa sangat sedikit. Aku terus melanjutkan walaupun aku tau tulisan ini akan sangat sulit dibaca, aku tidak mungkin meminjam kepada orang lain yangtengah serius dengan apa yang mereka kerjakan.

Waktu pengumuman membuat semua orang berdebar-debar, aku selalu berdoa agar aku bisa menjadi seorang juara, namun aku yang lain menyepelekan dan membaut alasan yang logis bahwa aku tidak akan menang dengan tulisan ballpoint yang sudah mau habis. Namun sampai pemberitahuan lomba cerpen diumumkan aku sama sekali tidak mendengar namaku dipanggil dan itu artinya benar yang dikatakan aku yang lain, aku masih belum berkesempatan untuk menang. Tapi aku masih terus mengingat semangat yang Rangga berikan padaku, semangat dan senyumannya.

Dan pada saat SMK ada sebuah lomba yang juga diadakan untuk memperingati kemerdekaan Indonesia, dan aku memberanikan diri untuk menjadi salah satu wakil dari kelasku dalam lomba menyanyi.  Tentu itu adalah salah satu hobi juga cita-citaku. Tidak ada yang special, kali ini sahabatku rela untuk merekamku dari jauh dengan sebuah handycam dan terus memberi semangat padaku. Satu hal yang membuat aku terkejut, aku mendapatkan nomor urut 3 dan angka 3 itu mengingatkan aku dengan ulangtahun rangga. Apakah ini artinya dia mendukungku juga dari jauh ? maka aku akan terus berusaha untung menang.

Jatungku semakin berdebar kencang ketika harus berjalan mendekati stage untuk mendunggu giliran, jantungku semakin berdebar lagi. Ini adalah pertama kalinya aku bernyanyi dimuka umum, tentu  ini adalah mimpiku dan tentu saja untuk pertama kali aku merasakan kegugupan yang sangat-sangat hebat hingga suaraku bergetar. Untuk mengurangi kegugupanku aku berjalan perlahan ketengah lapangan, mencoba merileksan diri dan terus bernyanyi dan beberapa kali menatap juri. Aku gagal lagi untuk menunjukkan pada aku yang lain bahwa aku bisa dan aku mampu.

Sama halnya dengan hal lain yang terjadi denganku untuk pertama kali, aku akan mengacaukannya. Dan ditahun berikutnya aku mengikuti lomba membuat poster dihari guru, rules yang aku patokkan adalah bertema bebas sedangkan pada pelaksanaannya harus bertemakan guru dan aku malah menggambar focus ke sketsa bukan ke poster. Tapi ada satu hal lain yang aku suka, aku mendapatkan nomor urut 20 dimana aku menjumlahkan tanggal lahirku dan tanggal lahir Rangga yang jika dijumlahkan akan membentuk angka 20. Kenapa harus selalu berkaitan dengan rangga ?.

Ketika aku sadar bahwa rangga tidak selalu ada disaat aku butuh, apa yang bisa aku lakukan kecuali hanya menunggunya.

#NulisRandom2017

Komentar