Day 6 | Aku Dan Mimpiku











Beberapa tahun yang lalu, tentu aku masih ingat pada zaman ketika semua permainan terbuat dari sebuah kertas dan aku sangat menyukai bermain Barbie dari kertas. Aku mengoleksi berbagai karakter dan juga baju-baju mereka yang sangat unik dan bertemakan, aku suka sekali membaut rumah yang semuanya juga terbuat dari kertas entah itu kursi, meja, tempat tidur bahkan sebuah tangga yang sangat gampang sekali untuk dibuat. Aku juga bisa berjam-jam memainkannya, membuat design-design ruangan untuk Barbie kertasku. Aku rela membuat beberapa kali, karena memang terkadang kertas mudah sekali untuk terbang dan terbuang terutama mamaku yang terkadang menganggap kertas-kertas itu sampah.

Tahun selanjutnya adalah tahun boneka Barbie yang terbuat dari plastic, mereka terlihat sangat cantik dengan rambutnya yang indah, bentuk tubuh yang indah, juga gaun-gaun mereka yang terlihat sangat mewah. Dari yang hanya kepalanya saja yang bisa di gerakkan sampai boneka Barbie yang mempunyai sendi-sendi seperti manusia yang membuat mereka lebih terlihat real terutama ketika mereka duduk mereka jadi lebih bisa bergaya. Aku suka sekali menyisir rambut pirang atau hitamnya, seolah-olah aku tengah menyisir rambut manusia dan yang paling aku sukai adalah memakaikan mereka baju 2 potongan tapi terkadang pilihannya sangat sedikit. Dan mulailah aku dan kakakku membuat baju-baju mereka dari kain yang sudah tidak terpakai dan dijait manual menggunakan tangan. Aku jadi banyak sekali  mengoleksi baju santai atau dress, koleksi sepatu yang sampai 5 pasang lebih, membeli perlengkapan rumahnya sampai memandikannya.

 Aku masih sangat ingat ketika kelas 4 SD aku sudah mulai menggambar hampir 2 buku tulis, pada saat itu yang tengah terkenal ada film animasi dari Walt Disney. Dengan masih pemula aku mulai menggambar princess dari mulai memakai baju formal sampai princess mermaid. Aku selalu menggambarnya disaat jam kosong kelas dan pada saat ada ide untuk membuat princess dengan tampilan yang berbeda. Dan itu masih berlanjut sampai sekarang, aku masih terus mengasah teknik menggambarku.

Aku berubah, ketika memasuki kelas 5 SD. Banyak hal yang merubah aku menjadi aku yang lebih tomboy. Memilih untuk naik pohon jambu ketika angin sedang bertiup cukup kencang dan ketika musimnya memakan jambu diatas pohon, bermain masak-masakkan menggunakan bahan yang ada seperti ranting dan pohon liar untuk dibuatkan sayur pada saat itu minyak tanah masih ada dan tidak langka seperti sekarang ini. Kemudian berlanjut menjadi anak bolang, berlari kearah lapangan merah untuk bermain tanah merah. Menyaring tanah merah agar halus yang terkadang dioleskan ketangan dan kaki atau melemparnya jauh keatas lalu berlari untuk menghindari tanahnya mengenai kepalaku walaupun pada akhirnya masih tetap saja selalu ada tanah merah dikepalaku.

Kemudian aku jadi lebih sering menjadi seorang pemburu. Mencermati baik- baik rerumputan dari jarak yang sangat dekat atau bahkan sengaja berlarian menginjak rerumputan untuk melihat hewan-hewan yang akan berlompatan untuk melarikan diri, aku adalah pencari belalang dan dilain waktu juga pencari kadal atau bunglon untuk dikumpulkan atau bahkan dipelihara. Selain didarat aku juga pemburu diair, entah mendapatkan keberanian dari mana aku dan beberapa teman-temanku sering mencari ikan-ikan kecil yang berada diselokan atau bahkan sungai yang berarus tenang. Aku rela sampai berbaring disisi selokan untuk meraih ikan-ikan dengan gelas plastic, tentu saja jika ada orang yang lewat aku akan segera bangun untuk menghindari tatapan yang mengherankan. Terlebih untuk sungai berarus tenang aku harus turun kesana untuk memudahkan aku menangkap ikan-ikan itu walaupun aku tau sungai adalah tempat ppembuangan dari rumah-rumah masyarakat sekitar yang memungkinkan hal-hal menjijikan akan aku lihat, ikan-ikan kecil ini akan menjadi teman untuk ikan cupang yang berada dirumahku kebanyakkan dari ikan itu tidak akan bertahan cukup lama.

Selain itu aku pun pecinta hujan, aku tidak ingin sekali kehilangan moment pada saat hujan datang. Berlarian menuju sudut genting mencari air kucuran paling besar untuk memijat punggungku, karena pada musim hujan air akan sangat deras membuat ketika air turun dari genting akan seperti air terjun. Aku berlari lagi, kali ini berlari menuju selokan kecil yang kira-kira seukuran tubuhku dan kebetulan sekali didekat rumahku selokan itu berada tepat dipinggir sebuah tanjakan yang cukup curam. Dengan ukuran itu membuatnya seperti sebuah perosotan yang berair juga berlendir, karena dapat dipastikan banyak sekali lumut pada selokan itu membuatnya sama seperti perosotan diwahana air. Aku berbaris bersama 3 temanku dibelakang kemudian satu persatu meluncur mengikuti arus air.

Itu adalah beberapa tahun yang lalu, beberapa tahun yang lalu yang pernah aku lewati. Banyak sekali hal yang hanya sebagai hiburan ada pun hal yang membawa beberapa inspirasi yang kemudian menjadi sebuah mimpi yang harus diperjuangkan agar menjadi nyata. Karena aku tau hidup akan terus berlanjut, membuat aku harus penuh dengan usaha, doa dan berserah diri pada-Nya. entah anugrah ini turun temurun dari siapa, tapi rasanya darah seni itu terus mengalir , mengalir dengan kencang didalam darahku. Aku terus mengasah teknik menggambarku tanpa bimbingan dan hanya melihat hasil dari beberapa karya kemudian aku menirunya, aku masih ingat ketika aku SD aku pernah mengajari sahabatkku yang tidak bisa menggambar sama sekali menjadi bisa menggambar bahkan bisa lebih baik dariku dan itu membuktikan aku pun bisa terus belajar hingga mencapai target yang aku impikan walaupun dikeluargaku sama sekali tidak mensupport hasil gambarku, mereka menganggapnya hanya iseng saja ketika waktu luang. Padahal mereka tau banyak sekali kertas yang aku simpan yang terkadang mereka menamainya dengan sampah.

Aku pun suka sekali bernyanyi, walaupun hanya beberapa orang yang menganggapnya bagus aku selalu merasa kurang karena aku hanya belajar sendiri, tanpa latihan, tanpa ilmu dan tanpa support dari kedua orang tuaku. Aku pun sebenarnya ingin sekali bisa beracting, memerankan karakter yang bukan aku, memerankan karakter yang berlainan dengan aku bukankah dengan begitu kita jadi bisa belajar untuk memahami orang lain. Aku masih sangat ingat ketika pertama kalinya aku casting, mereka memintakku untuk memerankan peran sebagai orang buta ya.. tentu saja aku bisa, namun untuk take yang kedua aku gagal karena tidak bisa memerankan seseorang yang marah. Aku masih tidak bisa mengontrol amarah yang akan aku gunakan, membuatnya terlihat sangat memaksakan diri untuk marah tanpa menyentuh dan tanpa berkata kasar. Aku jadi ingin sekali mengikuti kelas acting, aku ingin menjadi seorang actress yang mampu menjadi siapa pun, yang dapat mengontrol diri.

Aku sempat berfikir untuk memiliki perusahaan yang menghasilkan coklat yang mampu membagikan kebahagiaan pada banyak orang. Aku sempat berfikir untuk memiliki butik yang aku isi dengan baju rancanganku sendiri, melihat mereka tampak cantik dengan gaun rancanganku atau membuat seragam untuk semua keluargaku. Dan terakhir aku ingin sekali bisa lancar berbahasa inggris, mungkin aku tidak akan kesulitan pada saat berada diluar negri dimana aku ingin sekali mengunjungi semua Negara yang menarik.

Aku tidak mungkin diam saja, semakin aku diam semakin mimpi itu akan semakin jauh maka aku akan ditinggalkan waktu untuk terus berada disituasi seperti ini. aku tidak mungkin santai saja, ketika yang lain bersusah payah sampai mengorbankan apa yang mereka punya aku malah memilih untuk terus berada dizona nyamanku. Karena waktu tidak akan menunggu dan ditunggu, aku tidak boleh dimanfaatkan oleh waktu justru aku harus memanfaatkan waktu yang terkadang beberapa orang bilang sangat singkat. Bahkan dalam sebuah kecelaan saja hanya membutuhkan waktu dibawah 5 menit sebelelum terjadi, itu berarti satu langkah sangat menentukan arah hidup.

Aku tidak mungkin terus berada didalam khayalan anak kecil, termakan zona nyaman yang terkadang membuat kita terus terperangkap didalamnya tanpa pernah tau zona nyaman itu akan hilang lalu kemana aku harus bersandar ?. membawa khayalan itu menjadi nyata adalah membawa zona nyamanmu menjadi kenyataan pula bukan hanya ada dalam khayalan.


#NulisRandom2017


Komentar