Apakah Kamu Adalah Bintang Itu ?





Mungkin ada sebagian orang yang menyukai langit malam, langit dari sisi yang berbeda.  Langit yang terkadang digambarkan dengan ketakutan dan kengerian mungkin ketika mereka menyadari langit pada saat itu sedang mendung, sedang tertutupi dengan awan hitam yang menyembunyikan ratusan bahkan miliyaran bintang juga rembulan.

Dongeng anak kecil membuatku melangkahkan kaki beberapa langkah dari pintu rumah, hanya sekedar untuk melihat langit apakah sedang cerah atau mendung. Terkadang langit memang sangat mendung aku bahkan tidak dapat melihat apapun kecuali langit yang seolah sangat sendu terembus oleh angin malam yang sangat dingin ditambah dengan suasana mencekam sebelum hujan datang.  Karena aku tau malam pun sama dengan pagi, siang, maupun sore yang hanya sementara tertutup oleh awan hitam. Malam pun akan sangat indah ketika awan hitam tidak menyelimutinya. Berdiri beberapa detik untuk memastikan langitnya cerah, dimana aku bisa melihat bintang-bintang yang seolah mengedipkan sinarnya padaku.

Dongeng yang selalu mengaitkan realita dengan khayalan, hingga aku tidak bisa lepas untuk melihat kelangit malam untuk memperhatikan apakah akan ada bintang jatuh . apakah aku akan jadi orang yang pertama melihat bintang jatuh kemudian berharap agar harapan itu menjadi kenyataan, apakah aku orang yang pertama melihat dibelahan bumi ini.

Setelah rasanya langit malam tak kunjung berubah setelah akhir-akhir ini selalu mendung, langit menjadi sangat suram, dingin dan kengerian menjadi teman tidurku. Walaupun berkali-kali aku mencoba untuk tidur tapi berkali-kali pula gemuruh membuat mataku untuk selalu terjaga. Aku bahkan meragukan langkahku hanya untuk melangkah satu langkah keluar dari pintu, karena pasti akan aku dapati angin malam pertanda hujan akan menujuk kulitku. Bukan berarti aku tidak pernah mencoba memastikan langit  malam akan cerah walau tepat berada dipintu aku pun pernah mencoba memastikannya dengan beberapa langkah keluar dari pintu hingga beberapa kali aku harus mendapati kepalaku basah oleh hujan.

Hingga rasanya sesuatu mampu merubah langit menjadi sedikit terang, ya. Ternyata itu adalah pertanda bahwa bintang akan jatuh atau melintas dimana aku sedang berdiri. Aku dapati cahaya itu setitik, setitik dilangit malam yang gelap mencoba untuk menembus langit yang tengah tertutupi oleh awan hitam. Titik itu semakin besar dan aku mencoba untuk membuat harapan sebelum bintang itu hilang dari hadapanku. Membuat harapan ketika bintang tengah melintas dengan indah, sebuah pemandangan yang pasti akan menjadi tujuan banyak mata yang melihat.

Dan kemudian malamku menjadi mulai terang, bahkan lebih terang. Pernah ku dapati awan hitam namun tak setebal sebelum bintang itu melintas, sebelum aku melihat bintang harapan itu dan membuat sebuah harapan.

Apakah bintang itu adalah kamu ? yang mampu membuat malamku menjadi lebih terang dengan miliyaran bintang juga rembulan yang begitu jelas kulihat.
Apakah bintang itu adalah kamu ? yang jatuh tepat ditempat yang telah aku sediakan
Apakah bintang itu adalah kamu ? yang tengah aku butuhkan ketika malamku begitu sangat menyeramkan
Apakah bintang itu adalah kamu ? yang mampu membuat aku jatuh cinta

Apakah ini realita atau hanya khayalanku ? yang tinggal didunia nyata namun mengimajenasikan tengah berada di sebuah dongeng.


Komentar