Q & A Part 2 With "Maulana"

Hai readers semuanyaaaaa.....

Welcome to my blog

Selamat datang juga di Question & Answers kali ini

Ini sesi kedua dengan orang kedua yang aku pilih sebagai narasumber aku, awalnya hampir bingung mau tanya siapa lagi jadi aku memilih orang ini sebagai orang kedua sebagai narasumber.

Aku jadi rada bingung mau jelasinnya gimana soalnya untuk narasumber ini rada unik, kenapa ? karena narasumber ini engga mau disebutkan nama realnya siapa dan plus gak mau mencantumkan fotonya.

Tapi dia titip pesen kalau mau dipanggil dengan Maulana.

So.... kita lanjut aja yuk


  • Pertanyaan yang ke-1 adalah :

Dalam sebuah persaingan, apa kamu tipe orang yang terima saat lawan kamu menjadi pusat perhatian ?

Kagalah, hidup itu harus bersaing. Pusat perhatian bakalan kalah sama orang yang terus berjuang.

Duh... orang ini !!



  • Pertanyaan ke-2 :


Berapa presentase kejujuran kamu sama sahabat kamu ?
Dan jawaban Maulana adalah :

80%
Sebenernya gak bisa diukur dengan presentase karena seorang sahabat pasti memahami ketika sahabatnya dalam keadaan bohong / juju, karena sahabat adalah 2 orang yang hidup dalam 1 jantung dan 1 hati.

Ketauan banget deh ini kalau si Maulana orangnya bener-bener setia kawan dan bener-bener menghargai banget sama yang namanya sahabat. SALUT !



  • Pertanyaan ke-3 :

Berapa presentasekah saran kamu untuk didengarkan oleh sahabat kamu ?

50% karena setengahnya lagi urusan itu orang .

 Sumpah serius aku setuju banget sama ini orang, karena emang bener kita kasih saran 50% dan sisanya 50% itu ditangan dia orang.



  • Pertanyaan ke-4 :

Apakah akmu tipe orang yang menciptakan dunia kamu sendiri atau membiarkan dunia yang menciptakan kamu ?

Kita yang menciptakan dunia kita sendiri, karena seseorang pasti sudah mempunyai aura tersendiri terutama untuk membuat hidupnya bahagia.

 Ya benar, karena dengan kita mengetahui dimana letak kebahagiaan yang kita sukai maka kita akan membuat ruang lingkup juga yang kita sukai.



  • Pertanyaan ke-5 :

Kamu lebih mempercayai pikiran kamu atau perasaan kamu ?

Perasaan, karena yang lebih tajam dari pikiran ya perasaan.

 Baru ini aku menemukan laki-laki yang mengatakan kalau perasaan itu lebih penting, kerennn !!!



  • Pertanyaan ke-6  :

Kamu tipe orang yang jarang atau sering meminta bantuan dari orang lain ?

Sering, seringnya kesahabat kalau keorang lain jarang.

 Masih aja ini orang so sweet sama sahabatnya, dan yakin deh orang ini pasti care sumpah sama sahabatnya.




  • Pertanyaan ke-7 :

Kamu tipe orang yang pada saat sedih disedih-sedihin atau malah cari kesenangan lain ?

Mencari kesenangan lain, bersedih gak akan ngilangin masalah.

 Memang sih terkadang ada beberapa orang yang lebih mencari kesenangan, dan malulana ini salah satunya.




  • Pertanyaan ke-8 :


Apa kamu sering menempatkan kamu dalam posisi orang lain :

Sering, terkadang kita harus merasakan gimana ketika kita diposisi orang lain, karena itu suatu reaksi alamiah manusia, mungkin otomatis pasti semua manusia meraskaan.

 Yapsss.... bener banget, perasaan itu memang alamiah kita sebagai manusia.




  • Pertanyaan ke-9   :

Gimana kamu menghadapai rasa takut kamu ?
Ketakutan itu pertanda mental kita masih lemah, disitu kita mencari tau bagaimana menghilangkan ketakutan itu. Sifat alami manusia didunia ini sekuat apapun kita gak akan jauh dari rasa takut.

Maulana.... ini bener-benar bijakkk bro sist !!



  • Pertanyaan ke-10  :


Pernahkah kamu merasakan depresi ? hal apa yang mampu mengurangi rasa depresi kamu ?

Liburan, karena memandang alam lebih baik dari pada ke club malam.

 Gak salah orang ini lebih suka alam, karena memang pecinta dan penyuka alam.



  • Pertanyaan ke-11  :


Apakah kamu memiliki planning jangka panjang ? dalam jangka berapa tahunkah planning kamu akan tercapai ?
Kuliah, sukses, kejar target ortu umrah kalau mampu, terus married. Ya kira-kira 4-5 tahun
Aamiin semoga tercapai planningnya yaa...


Ya... itu dia wawancara singkat aku sama maulana, semoga mendapat pemebelajaran yang berharga hanya dengan membaca hal sepele namun bisa membuat kita lebih bersyukur atas hidup. Cukup sekian untuk sesi kedua ini, sampai ketemu di sesi ketiga dengan seorang perempuan yang lemah lemut .


Komentar